Goks! Saham BRIS-AGRO Meroket Lagi, Pimpin Top Gainers

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
26 August 2020 10:12
BRI Syariah (Detikcom/Rachman Hariyanto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham dua anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yakni T Bank BRISyariah Tbk (BRIS) dan PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) melesat dan memimpin top gainers di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal perdagangan sesi I, Rabu (26/8/2020).

Data perdagangan pukul 10.00 WIB, saham BRIS melesat 15,97% di level Rp 835/saham melanjutkan penguatan yang juga dicatatkan Selasa kemarin. Transaksi saham BRIS hari ini tercatat Rp 340,5 miliar dengan volume perdagangan 420,6 juta saham.

Sepekan terakhir saham BRIS melesat 42,74% dan sebulan terakhir naik hingga 69%.


Adapun saham AGRO juga masuk urutan ketiga top gainers setelah BRIS dan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) yang naik 9,35%. Saham AGRO naik 8,28% di level Rp 366/saham.

Sepekan terakhir saham AGRO naik 30% dan sebulan terakhir saham AGRO cuan 58%. 

Sentimen penguatan saham BRIS datang dari kinerja positif perusahaan di tengah kinerja industri perbankan yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Awal pekan ini, BRIS melaporkan pertumbuhan laba bersih yang impresif pada triwulan II-2020, sebesar 229,6% menjadi Rp 117,2 miliar, dibandingkan triwulan II-2019. Aset BRISyariah tercatat sebesar Rp 49,6 triliun, meningkat 34,75% dibandingkan triwulan II-2019.

Pertumbuhan ini di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional maupun syariah. Tidak hanya mencatat pertumbuhan laba, pertumbuhan pembiayaan dan dana murah perseroan juga mengalami peningkatan yang signifikan.

Direktur Utama BRIsyariah Ngatari menyampaikan hingga triwulan II 2020 BRISyariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp37,4 triliun, tumbuh mencapai 55,92% year-on-year (yoy). Pertumbuhan pembiayaan yang signifikan ditopang oleh segmen ritel (SME, Mikro dan Konsumer) untuk memberikan imbal hasil yang lebih optimal.

"Peningkatan laba bersih BRISyariah di triwulan II 2020 didukung oleh optimalisasi fungsi intermediasi yang diikuti dengan pengendalian beban biaya dana," jelas Ngatari, Senin (24/8/2020).

Secara rinci, pada tahun 2020 hingga triwulan II ini BRISyariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 5,4 triliun untuk segmen mikro, yang merupakan segmen pembiayaan dengan tingkat pertumbuhan tertinggi dan memberikan kontribusi terbesar.

Selain segmen mikro, pertumbuhan pembiayaan juga didukung oleh penyaluran pembiayaan di segmen konsumer sebesar Rp2,5 triliun dan segmen kecil menengah dan kemitraan sebesar Rp 2,2 triliun.

Ngatari melanjutkan, salah satu pendorong pertumbuhan pembiayaan BRISyariah khususnya mikro adalah digitalisasi proses pembiayaan lewat aplikasi i-Kurma.

BRISyariah mengoptimalkan i-Kurma sebagai langkah transformasi digital dalam proses pembiayaan. Ini terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja BRISyariah, mengingat tenaga pemasar pembiayaan dimungkinkan untuk bekerja secara efektif dan efisien di tengah adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi corona.

Pertumbuhan BRIsyariah juga didorong oleh implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Aceh.

Sepanjang triwulan II 2020, BRISyariah telah membuka 26 unit kerja baru di Provinsi Aceh dengan sistem co-location dengan BRI. Pembukaan jaringan BRIsyariah di seluruh unit kerja BRI di Aceh mengakselerasi proses konversi Bisnis BRI di Aceh yang ditargetkan selesai di semester 2 tahun 2020.

Total kredit BRI yang telah dikonversi BRISyariah hingga Juni 2020 mencapai 82,98% dari total kredit yang direncanakan akan dialihkan tahun ini dari BRI. Sementara Dana Pihak Ketiga yang telah dikonversi dalam rangka implementasi Qanun LKS mencapai 53,18% dari total yang ditargetkan.

Di sisi dana pihak ketiga, pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan) mencapai 90,79% yoy sehingga meningkatkan rasio dana murah terhadap total dana pihak ketiga (CASA Ratio) hingga mencapai 54,34%.

"Dana Pihak Ketiga meningkat ditopang oleh pertumbuhan dana murah (giro dan tabungan) sejalan dengan strategi pengendalian beban biaya dana. Peningkatan dana murah (CASA ratio) mendorong penurunan biaya dana atau cost of fund," jelas Ngatari.

Sementara itu kinerja AGRO terpengaruh di tengah pandemi ini. Laporan keuangan mencatat Bank Agroniaga mencatatkan laba bersih Rp 20 miliar, turun 74,5% dari periode yang sama semester I 2019 yakni Rp 78 miliar. Pendapatan bunga bersir turun 2,9% menjadi Rp 323 miliar dari sebelumnya Rp 333 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading