Warren Buffett vs Lo Kheng Hong, Ini Portofolio Saham Mereka

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
24 August 2020 16:08
Lo kheng hong & Warren Buffett

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor kawakan global, Warren Buffett, baru saja membuat geger jagat pasar modal di seantero dunia. Di masa pandemi ini investor saham tersukses ini mulai bergerak belanja saham setelah sebelumnya hanya aktif menjual saham maskapai penerbangan.

Dalam keterbukaan yang diterbitkan oleh badan pengawas Securities and Exchange Commission (SEC) alias OJK-nya AS per 30 Juni 2020, disebutkan bahwa Berkshire Hathaway, perusahaan investasi yang dikendalikan oleh Buffett, melego saham bank JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Wells Fargo, bahkan institusi keuangan lain seperti Visa, MasterCard, Bank of New York, dan PNC Financial.

Hasil penjualan saham-saham institusi keuangan tersebut ternyata dibelanjakan menjadi saham pertambangan emas Barrick Gold oleh Warren Buffett selama periode April sampai Juni 2020.


Banyak yang kaget terhadap keputusan Warren Buffet, sebab Barrick Gold merupakan saham di sektor pertambangan emas yang pertama kali di beli oleh pria dengan julukan Peramal dari Omaha tersebut.

Buffett sendiri terkenal sejak dahulu sangat tidak tertarik untuk berinvestasi emas.

Di Tanah Air, ada nama Lo Kheng Hong, investor kawakan dan sukses serta seringkali disejajarkan dengan Buffett. Bahkan pelaku pasar menjulukinya Warren Buffett-nya Indonesia.

Lo Kheng Hong yang dikenal sebagai tipe investor value investing ini pun mulai belanja.

Data pemegang saham yang dipublikasikan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di situs Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, Lo Kheng Hong membeli sebanyak 942.184.700 saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) atau mewakili sebanyak 6,14% saham, tercatat per 14 Agustus 2020, dari sebelumnya nihil.

Lo Kheng Hong dan Warren Buffett memang sama-sama bertipe value investing, tipe investor saham berbasis nilai. Para value investor suka mencari saham-saham yang salah harga, alias kondisi ketika nilai intrinsik saham lebih tinggi daripada nilai pasarnya. 

Baik Buffett maupun Lo Kheng, keduanya tergolong sukses.

Untuk Buffett, tentu saja tidak perlu lagi diragukan kesuksesanya karena menurut majalah Forbes, Buffett adalah orang terkaya ke 7 di dunia saat ini.

Sedangkan untuk Lo Kheng Hong, kisah suksesnya di dunia saham sudah sangat terkenal, tercatat banyak saham-saham yang pernah dibeli Lo Kheng Hong naik ratusan hingga ribuan persen.

Tentu saja kesuksesan kedua investor tersebut membuat orang-orang bertanya, sebenarnya berapa kekayaan Warren Buffett dan Lo Kheng Hong, dan portofolio saham apa saja yang mereka pegang?

Berikut rangkuman dari Tim Riset CNBC Indonesia.

Tercatat per 30 Juni 2020, portofolio saham terbesar yang dimiliki oleh Berkshire Hathaway, perusahaan investasi yang dimiliki oleh Buffett, adalah saham di sektor teknologi yakni Apple Inc. (AAPL) yang dikoleksi oleh Buffett sebanyak 245 juta saham senilai US$ 89,5 miliar atau Rp 1.298 triliun (kurs Rp 14.500/US$).

Saham AAPL sendiri memiliki porsi sebanyak 44,2% dari total portofolio Berkshire Hathaway.

Selama tahun berjalan sendiri saham AAPL sudah reli sebesar 70,23% dan menjadi sumber pundi-pundi penghasilan Berkshire Hathaway yang terbesar.

Selanjutnya, walaupun baru saja melego berbagai saham di sektor finansial ternyata proporsi saham terbesar kedua di portofolio Berkshire Hathaway masih datang dari sektor finansial sebesar 10,85% yakni saham Bank of America Corp. (BAC) dengan total sebanyak 925 juta saham senilai US$ 21,9 miliar atau Rp 318 triliun.

Setelah melihat portofolio Berkshire Hathaway, bagaimana dengan kekayaan pribadi Warren Buffett?

Dilansir dari Forbes kekayaan Warren Buffett adalah sebesar US$ 78,4 miliar atau Rp 1.138 triliun yang sebagian besar datang dari kepemilikan saham Berkshire Hathaway miliknya.

Bagaimana dengan Lo Kheng Hong ?

Ternyata, walaupun tidak se-tajir Warren Buffett, kekayaan Lo Kheng Hong tidak bisa dipandang sebelah mata apalagi untuk ukuran orang Indonesia.

Tercatat per 14 Agustus 2020, Lo memegang saham induk usaha MNC Group, BMTR sebanyak 942 juta saham senilai Rp 295 miliar.

Selanjutnya Lo juga memegang saham PT Petrosea Tbk (PTRO). Anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) ini sahamnya dikoleksi Lo sebanyak 151 juta saham senilai Rp 289 miliar per 31 Juli 2020.

Terakhir tercatat Lo juga memiliki saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), masih Grup Indika, sebanyak 101 juta saham senilai Rp 41 miliar per 31 Juli 2020.

Apabila mempergunakan data di atas maka kekayaan Lo Kheng Hong ditaksir mencapai paling tidak Rp 625 miliar.

Akan tetapi hal yang perlu menjadi catatan tentunya adalah saham-saham di atas hanyalah saham yang kepemilikan Lo Kheng Hong di atas 5% sehingga wajib dilaporkan kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Hal ini menyebabkan saham-saham Lo Kheng Hong yang kepemilikanya di bawah 5% tidak terpantau, seperti rumor yang beredar di kalangan para pelaku pasar bahwa Lo memegang saham INDY dengan nominal cukup besar meskipun tidak mencapai 5%.

Selain itu angka tersebut juga tentunya tidak termasuk aset non-saham Lo Kheng Hong seperti rumah dan ruko yang dimiliki pria berumur 61 tahun ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading