Libur Terus, BEI Jadi Bursa Paling 'Woles' di Dunia?

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
19 August 2020 19:07
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Minggu ini merupakan minggu perdagangan yang unik di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tercatat hari bursa pada perdagangan minggu ini hanyalah dua hari yakni hari Selasa (18/8/20) dan Rabu (19/8/20).

Hal ini terjadi sebab minggu ketiga bulan Agustus ini dijepit oleh dua hari raya. Pertama yakni Hari Raya Kemerdekaan Indonesia yang tentu saja diperingati setiap tanggal 17 Agustus yang jatuh pada Senin (17/8/20) sehingga perdagangan Senin kemarin ditiadakan.

Nah ternyata pada hari Kamis (20/8/20) lagi-lagi ada hari libur untuk merayakan Hari Raya Tahun Baru Islam 1442H dan berhubung hari Jumatnya menjadi harpitnas alias hari kejepit nasional maka BEI memutuskan untuk ikut meliburkan perdagangan hari Jumat (21/8/20).


Total selama tahun 2020 ini BEI sudah menentukan jadwal bahwa terdapat 16 hari libur bursa untuk merayakan berbagai Hari Libur Nasional serta cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah sehingga total hari bursa hanyalah 240 hari.

Agustus sendiri menjadi bulan dengan hari bursa tersingkat yakni 18 hari, sedikit lebih panjang daripada bulan Desember yang memiliki hari bursa 17 hari karena di diskon oleh cuti Hari Raya Natal dan Tahun Baru serta bulan Mei dengan 16 hari perdagangan karena dipotong oleh Hari Raya Idul Fitri.

Pemerintah sendiri menetapkan ada 15 Hari Raya Nasional, akan tetapi perlu diingat tentu saja Tanggal Merah ini belum termasuk cuti bersama yang akan ditentukan oleh pemerintah tiap tahun.

Banyaknya hari libur di Indonesia tentunya tidak lepas dari suku bangsa dan agama yang sangat beragam di penjuru Indonesia dari Sabang sampai Merauke sehingga sebagai bentuk penghargaan dan toleransi pemerintah maka berberapa hari raya besar ditetapkan oleh hari libur nasional oleh pemerintah.

Akan tetapi tentunya muncul kritik bahwa banyaknya hari libur ini akan menghambat perdagangan di BEI secara khusus, sehingga bursa saham kita menjadi kurang efisien karena hari bursanya banyak terpangkas libur.

Bagaimanakah dengan negara-negara lain? Apakah libur bursanya sebanyak di Indonesia? Simak tabel berikut.

Ternyata walaupun total libur bursa efek di BEI sudah tergolong banyak, namun ada dua bursa efek yang memiliki libur bursa lebih banyak dari BEI, kedua bursa efek tersebut adalah Shanghai Stock Exchange di China daratan dan posisi pertama yang diduduki oleh Tokyo Stock Exchange di Jepang dengan libur bursa masing-masing 18 dan 19 hari.

Eitts tapi jangan berbangga dulu, BEI ternyata menduduki posisi ketiga bursa efek besar dengan libur terbanyak di dunia, bersama dengan Bursa Efek Malaysia dan juga Bursa Efek Thailand dengan total libur 16 hari.

Uniknya, ternyata bursa-bursa efek di benua Asia tergolong memiliki hari libur bursa lebih banyak daripada negara-negara di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia, negara yang penduduknya didominasi oleh ras caucassian alias bule.

Tercatat bursa-bursa besar di negara tersebut rata-rata memiliki libur bursa dibawah 10 hari, bahkan Amsterdam Stock Exchange dan Paris Stock Exchange hanya libur sebanyak 5 kali dalam setahun.

Hal ini karena di bursa-bursa tersebut, apabila terdapat hari-hari nanggung seperti tanggal 31 Desember yang menjadi malam tahun baru, ketika di bursa-bursa lain seperti BEI ditetapkan untuk diliburkan, bursa-bursa negara luar ini memilih untuk tetap membuka bursa sahamnya walaupun hanya setengah hari.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading