Laba Susut 23,9%, Bos Bank Mandiri Pede Pondasi Masih Kuat

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 August 2020 10:40
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama tersebut dilakukan oleh Ketua IKA UII Muhammad Syarifuddin dan Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar di Jakarta, Kamis (2/7). (Ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih senilai Rp 10,29 triliun sepanjang semester I-2020, turun 23,9% year on year (YoY) dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 13,53 triliun. Namun Bank Mandiri masih mampu menangani kredit bermasalah tetap dalam posisi sehat.

Pada periode ini tercatat laba bersih per saham mengalami penurunan menjadi senilai Rp 220,63. Turun dari posisi akhir Juni 2019 yang sebesar Rp 289,95/saham.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar pada 2020 perseroan fokus pada mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kredit yang selektif karena terjadi pandemi covid-19. Bank Mandiri aktif berkontribusi dalam penyaluran kredit dalam ranga pemulihan ekonomi nasional (PEN) serta melakukan restruturisasi pada debitur yang terdampak pandemi covid-19.


"Kedua menerapkan efisiensi biaya, fokus pada peningkatan produktivitas dan penurunan biaya operasional, sudah turun 8,7%. Meningkatkan akselerasi digital banking. Untuk jaga kinerja antara lain dengan meningkatkan pengguna aktif mandiri online. Sampai Juni 2020 penguna aktif 3,8 juta nilai transaksi tumbuh 43% year on yaer," kata Royke, dalam paparan virtual hari ini, Rabu (18/8/2020).

Royke menambahkan hingga kuartal II-2020 pertumbuhan kredit secara konsolidasi, meningkat tumbuh 4,38% secara tahunan mencapai Rp 817,7 triliun, tumbuh dari Rp 835,1 triliun di akhir Juni tahun lalu.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 15,82% dalam periode yang sama menjadi Rp 976,6 triliun. 

Selain itu, kualitas kredit terjaga dengan non peforming loan (NPL) gross sebesar 3,28%. "Pertumbuhan Mandiri didukung pondasi keuangan kuat dengan LFR 85,70% dan CCAR 19,20%," jelas Royke. 

Dalam laporan keuangan, pada periode tersebut, perusahaan membukukan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp 28,93 triliun, naik 0,3% YoY dari Rp 28,84 triliun di akhir Juni 2019.

Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) pada akhir periode Juni ini sebesar 3,28% naik dari posisi Juni 2019 yang sebesar 2,59%. Sedangkan di akhir Maret 2020 lalu NPL masih berada pada posisi 2,36%.

Marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) tercatat sebesar 4,93%, mengalami penurunan dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,58% dan dari posisi Maret 2020 yang sebesar 5,4%.

CASA tercatat sebesar 61,9% di akhir Juni 2020 ini. Sedangkan CAR sebesar 18,96%.

Adapun loan to deposite ratio (LDR) pada akhir semester I-2020 ini sebesar 88,5%, mengalami penurunan dari posisi yang sama tahun sebelumnya yang senilai 98,8% dan dari posisi Maret 2020 di 95%.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading