Terungkap! Ternyata Ini Dia Pembeli Misterius Saham Ultrajaya

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
18 August 2020 13:37
Sabana Prawira/Forbes

Jakarta, CNBC Indonesia -  Setelah saham PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) sempat membuat heboh para pelaku pasar karena pada saham ini terjadi transaksi di pasar nego secara besar-besaran ini pada pekan lalu, hari ini terungkap siapa pembeli saham tersebut.

Adalah Sabana Prawira Widjaja yang melakukan transaksi pembelian 13 juta lot saham ULTJ atau 1,3 miliar saham ULTJ lewat pasar nego. Sabana merupakan cucu dari pendiri dan pemilik perusahaan Ultrajaya Ahmad Prawirawidjaja.

Menariknya status transaksi ini diminta oleh sang klien untuk diblokir sehingga tidak dapat ditransaksikan di pasar reguler sehingga ada kemungkinan pembelian saham ULTJ ini dilakukan sang pemilik dengan timeframe untuk jangka panjang.


Sedangkan untuk counterparty alias sang penjual saham tersebut masih menjadi misteri, akan tetapi kabar yang beredar di kalangan para pelaku pasar bahwa penjualan kemarin kembali dilakukan oleh perusahaan asuransi jiwa dan dana pensiun (dapen) Grup Salim yakni PT Indolife Pensiontama yang melepas kepemilikannya di saham yang bergerak di sektor barang-barang konsumsi tersebut.

Sebelumnya PT Indolife Pensiontama sudah melepas sebagian kepemilikan saham ULTJ yakni sebanyak 66 juta lembar saham emiten konsumer yang memproduksi susu Ultra Milk dan Teh Kotak ini.

Berdasarkan data laporan pemegang yang dipublikasikan perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan porsi Indolife sebelumnya mencapai 15,06% di saham ULTJ atau setara dengan 1.740.284.200 saham.

Namun pada akhir Maret, nilainya berkurang sehingga menjadi 14,49% atau porsinya menjadi 1.674.284.200 atau berkurang 66 juta saham alias minus 0,57%.

Sebelumnya, Tercatat PT Shinhan Sekurtas (AH) melakukan pembelian di saham ULTJ lewat pasar nego sebanyak 13 juta lot di harga Rp 1.600/unit dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,1 triliun. Pembelian ini sendiri dilakukan dari broker PT Net Sekuritas (OK)

Selama 6 bulan terakhir sendiri broker AH sangat getol melakukan pembelian saham ULTJ di pasar nego, tercatat sejak 1 Maret 2020, AH sudah melakukan pembelian di saham ULTJ lewat pasar nego sebanyak 23,4 juta lot dengan harga Rp 1.600/unit dengan total nilai transaksi sebesar Rp 3,7 triliun.

Sementara broker yang paling banyak melepas saham ULTJ adalah broker OK yang menjual ULTJ sebanyak 18,9 juta lot dengan harga rata-rata Rp 1584/unit dengan total nilai jual sebesar Rp 3 triliun dan PT Nikko Sekuritas Indonesia (RB) yang melepas sebanyak 12,5 juta lembar di harga rata-rata Rp 1580/unit dengan total nilai sebesar Rp 2 triliun.

Sebagai informasi, pasar negosiasi di BEI adalah satu dari tiga jenis transaksi di bursa saham. Jenis transaksi lain yaitu transaksi di pasar reguler atau pasar biasa, dan pasar tunai. 

Transaksi di pasar reguler merupakan transaksi yang dilakukan menggunakan mekanisme tawar menawar berkelanjutan dan menjadi fasilitas bertransaksi dengan harga normal dan jumlah transaksi minimal 1 lot (100 saham).

Sebaliknya, transaksi besar yang dilakukan di pasar negosiasi biasanya melibatkan pemilik atau pemegang saham besar yang tidak ingin merusak harga di pasar reguler.
Harga dan jumlah transaksi bisa ditentukan oleh kedua belah pihak tanpa perlu mengikuti harga pasar.

Sementara itu, pasar tunai adalah pasar di mana perdagangan efek di bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh perusahaan efek anggota bursa (AB) melalui sistem JATS dan penyelesaiannya dilakukan pada hari bursa yang sama alias hari itu juga (T+0).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading