Terkuak! Ini Alasan Lo Kheng Hong Borong 942 Juta Saham BMTR

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
18 August 2020 12:15
Hary Tanoe & Lo Kheng Hong/Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor kenamaan Lo Kheng Hong, yang dijuluki Warren Buffet-nya Indonesia, akhirnya benar-benar membeli saham salah satu emiten Grup MNC, yakni PT Global Mediacom Tbk (BMTR), sebagaimana rumor yang ramai diperbincangkan pelaku pasar sejak pekan lalu.

Kabar ini langsung membuat saham BMTR pada perdagangan sesi I, Selasa (18/8/2020) melesat memimpin top gainers di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data perdagangan mencatat, penutupan sesi I, saham BMTR melesat 25% di level Rp 290/saham dengan nilai transaksi Rp 92,60 miliar dan volume perdagangan 330,86 juta saham. Saham BMTR juga menyentuh batas atas maksimal kenaikan alias auto reject atas (ARA) yakni 25%.


BMTR adalah induk usaha dari PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV).

Selain saham BMTR yang melesat, saham IPTV juga menguat 3,90% di level Rp 320/saham pada perdagangan sesi I, sementara saham MNCN naik 3,98% di posisi Rp 915/saham.

Data pemegang saham yang dipublikasikan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di situs Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, Lo Kheng Hong memang membeli sebanyak 942.184.700 saham BMTR atau mewakili sebanyak 6,14% saham, tercatat per 14 Agustus 2020, dari sebelumnya nihil.

Pembelian itu terbagi atas enam kali tahapan yakni 4.591.700 saham, 6.900.000 saham, 100 saham, 52.845.600 sahan, 177.747.400 saham, dan 700.000.000 saham.

Jika diasumsikan harga rata-rata saham BMTR sepekan lalu di level Rp 214/saham, maka diperkirakan dana yang dikucurkan Lo Kheng bisa mencapai Rp 227 miliar.

Lantas apa alasan Lo Kheng Hong memburu saham BMTR?

"BMTR perusahaan yang bagus, di tengah Pandemi masih bisa membukukan laba Rp 551 miliar," kata Lo Kheng Hong yang juga memegang saham PT Petrosea Tbk (PTRO) ini, kepada CNBC Indonesia, Selasa (18/8/2020).

"Valuasi [BMTR] juga murah," jelasnya.

Lo Kheng Hong menjelaskan nilai buku per saham BMTR Rp 744/saham, sementara price earning ratio (PER) BMTR sebanyak 4 kali.

"Saya mempelajari laporan keuangan BMTR, sebelum membeli," katanya sembari memberikan softcopy laporan keuangan BMTR per Juni 2020.

Nilai buku per saham atau Book Value Per Share (BVPS) adalah jumlah rupiah yang menjadi milik tiap-tiap saham dalam modal perusahaan. Book value per share dan pendapatan per saham (Earnings Per Share/EPS) digunakan sebagai salah satu alat pengukuran terhadap kemampuan perusahaan.

Sementara PER adalah rasio harga saham perusahaan terhadap pendapatan per saham perusahaan. PER dihasilkan dari harga saham dibagi laba per saham. Semakin tinggi nilai PER, berarti harga saham perusahaan tersebut semakin mahal, dan sebaliknya.

Mengacu laporan keuangan Juni 2020, BMTR mencetak pendapatan pada semester I-2020 sebesar Rp 5,86 triliun, turun 7,84% dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun lalu Rp 6,36 triliun.

Lo Kheng Hong/IstimewaFoto: Lo Kheng Hong/Istimewa
Lo Kheng Hong/Istimewa

Penurunan ini terjadi seiring dengan pendapatan iklan non digital atau iklan konvensional yang turun, padahal lini bisnis ini menjadi kontributor utama perseroan.

Pendapatan yang berasal dari MNCN ini terkoreksi hingga 13,51% secara year on year menjadi Rp 3,20 triliun. Laba bersih BMTR pada semester I-2020 tercatat turun 7,71% menjadi Rp 551,66 miliar dari yang sebelumnya Rp 597,35 miliar.

Lo Kheng Hong dikenal sebagai salah satu investor bertipe value investing (berbasis nilai) di BEI dan sukses. Bahkan dia dijuluki Warren Buffet-nya Indonesia karena sudah meraup untung dengan memilih saham-saham dengan fundamental baik dan valuasi yang murah.

Dia memiliki beberapa saham saat ini, terutama di Grup Indika Energy. Di PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS), anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY), Lo Kheng Hong memiliki sebanyak 97.102.000 saham atau sebesar 5,55%, sementara di anak usaha Indika Energy lainnya yakni Petrosea, dia punya sebesar 13,67% saham per Juni 2019 sebelum akhirnya bertambah per 14 Agustus 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading