Inggris Perketat Karantina, Bursa Eropa Melemah di Sesi Awal

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
14 August 2020 17:23
A trader works as screens show market data at CMC markets in London, Britain, December 11, 2018. REUTERS/Simon Dawson

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (14/8/2020), melanjutkan koreksi kemarin menyusul kekhawatiran perluasan penerapan karantina Inggris terhadap pendatang.

Indeks Stoxx 600, yang berisi 600 saham unggulan di Eropa melemah 1,7% pada sesi pembukaan dengan koreksi menimpa seluruh sektor, dengan dipimpin indeks saham sektor perjalanan dan tamasya sebesar 3,1%.

Dua jam kemudian, Stoxx 600 terkoreksi 6,09 poin (-1,63%) ke 366,44. Di sisi lain indeks FTSE Inggris melemah 137,39 poin (-2,22%) ke 6.048,23 dan CAC Prancis surut 104,43 poin (-2,07%) ke 4.937,95. Di sisi lain, indeks DAX Jerman turun 170,47 poin (-1,31%) ke 12.823,24,


Tren pelemahan tersebut mengekor mayoritas bursa utama di Asia Tenggara yang bergerak variatif. Saham Easyjet dan induk usaha British Airways yakni IAG anjlok lebih dari 6% terkena kabar karantina Inggris.

Inggris telah mengenakan periode karantina baru selama 14 hari bagi pendatang asal Prancis, sebagai upaya menekan kenaikan penderita Covid-19. Belanda, Malta dan Monaco juga akan dimasukkan di daftar karantina, bersama Spanyol dan Belgia.

Lembaga statistik Uni Eropa Eurostat pada Jumat mengonfirmasi bahwa pertumbuhan domestik bruto (PDB) zona euro terkontraksi 12,1% pada kuartal II-2020, dan lapangan kerja anjlok terburuk dalam sejarah. Surplus dagang tercatat naik ke US$ 25 miliar akibat anjloknya impor.

Di sisi lain, Inggris dan Irlandia menyampaikan nada optimistis terkait kemungkinan persetujuan perdagangan bebas pasca-Brexit pada Kamis.

Dari ranah ksehatan, Komisi Eropa meneken kontrak negosiasi dengan perusahaan farmasi AS Johnson & Johnson terkait pembelian vaksin Covid-19 sebanyak 200 juta doses yang akan dibagikan ke 27 negara anggotanya.

Pelaku pasar juga memantau perkembangan di AS di mana Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana mengeblok upaya partai Demokrat di Kongres untuk memasukkan perusahaan Pos dan infrastruktur pemilu untuk mendapat stimulus corona, yang diduga sebagai upaya mencegah warga AS ikut pemilu di tengah memudarnya popularitas dia.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading