Bos OJK: 68 Emiten Bakal Cari Dana Rp 40,5 T di Pasar Modal

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
05 August 2020 18:05
Konfrensi Pers Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santosoterkait Stimulus Ekonomi pada Rabu (01/04) (Youtube Kementerian Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia- Meskipun pasar modal masih tertekan, namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan terdapat pipeline 68 emiten yang akan melakukan penawaran umum, baik dalam saham maupun surat berharga. Total penawaran umum tersebut menembus Rp 40,54 triliun.

"Hal ini merupakan sinyal positif bahwa pengusaha masih melakukan penghimpunan dana melalui pasar modal domestik," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu (5/8/2020).

Wimboh mengatakan, hingga 28 Juli 2020, penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp 54,13 triliun dengan 28 emiten baru. Sementara pada Juli 2019 mencapai Rp 109,18 triliun dengan jumlah 94 emiten. "Ini mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan tahun lalu," ujarnya.


Sebelumnya Wimboh mengatakan penguatan pasar modal didorong oleh investor domestik ritel net buy mencapai Rp 1,5 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 5,06 triliun. Meski dia mengakui IHSG sempat turun ke level 5.006 karena adanya rilis data deflasi, dan angka PDB Indonesia di kuartal II-2020, hal ini membuat investor masih wait and see.

Per 28 Juli 2020 OJK mencatat dana yang dihimpun melalui 28 perusahaan yang IPO senilai Rp 3,28 triliun, Penawaran Umum Terbatas senilai Rp 9,52 triliun, Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) EBUS Tahap I senilai Rp 12,79 triliun, dan PUB EPUB EBUS Tahap II senilai Rp 28,85 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading