Stimulus Pemerintah Bantu Dorong Target Kredit BTN 5% di 2020

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
03 August 2020 17:14
Luncurkan Bundling Produk, Strategi BTN Perbesar Dana Tabungan  (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) tahun ini menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit di tahun ini bisa tumbuh 4%-5% dibanding dengan tahun lalu. Salah satu pendorongnya adalah stimulus pemerintah yang memberikan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan skema subsidi selisih bunga (SSB).

Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan kebijakan pemerintah berpengaruh positif pada target kinerja perusahaan di tahun ini. Ditambah lagi dari 172 ribu unit rumah yang diberikan stimulus ini, BTN memperoleh sebagian besar dari kuota ini yakni sebanyak 146 ribu unit.

"Ada beberapa kebijakan yang memiliki pengaruh positif kepada kami termasuk PEN karena kita ketahui tahun ini saja dalam paket stimulus kedua kita memperoleh tambahan subsidi untuk KPR SSB itu sebesar Rp 1,5 T atau total keseluruhan 172 ribu, yang menjadi kuota bagian BTN 146 ribu," kata Pahala dalam media briefing kinerja semester I-2020 virtual, Senin (3/8/2020).

Dia menjelaskan, kendati saat ini permintaan KPR masih belum kembali ke tingkat normal saat sebelum pandemi, namun sejak Juni permintaannya sudah mulai meningkat, baik itu untuk KPR subsidi dan non-subsidi.



"Total KPR subsidi kita kisaran 60% dan non 40%. KPR mencapai 73% dari total portofolio kredit yang ada di neracanya BTN," imbuh dia.

Untuk KPR subsidi saja, tahun ini Pahala memperkirakan akan terjadi kenaikan mencapai 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan adanya stimulus tersebut.

Adapun untuk kinerja perusahaan sepanjang semester I-2020, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi Bank BTN terekam menjadi penyumbang pertumbuhan kredit BBTN secara keseluruhan.

KPR Subsidi yang menempati porsi sebesar 45,11% dari total portofolio kredit di Bank BTN tersebut tumbuh positif di level 5,84% yoy. Per semester I-2020, KPR Subsidi Bank BTN tercatat naik dari Rp 107,34 triliun pada semester I-2019 menjadi Rp 113,61 triliun.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading