Semester I, Laba Jasa Marga Terjun 90% Jadi Rp 106 M

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
30 July 2020 10:54
Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) Kembali Dibuka Secara Bertahap (Dok. Jasa Marga)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengelola jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan penurunan signifikan atas laba bersih sepanjang semester I-2020 menjadi Rp 105,73 miliar, ambles 90% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai laba bersih Rp 1,06 triliun.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan Juni 2020, penurunan tajam laba bersih ini terjadi di tengah pendapatan perusahaan khususnya pendapatan jalan tol yang turun 18% menjadi Rp 3,91 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 4,74 triliun. Pendapatan non tol naik menjadi Rp 433,29 miliar dari sebelumnya Rp 416 miliar.

Sementara itu pendapatan bisnis konstruksi juga melorot 72% menjadi Rp 2,43 triliun dari sebelumnya Rp 8,68 triliun. Dengan demikian, total pendapatan perusahaan menjadi Rp 6,77 triliun dari sebelumnya Rp 13,83 triliun atau ambles 51%.


Agus Setiawan, Corporate Secretary JSMR, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), mengatakan dampak Covid-19 memang ada, terutama pembatasan operasional.

"Terganggu Covid-19, berdampak pada pembatasan operasional saja, antara 1-3 bulan," katanya, dalam keterbukaan informasi, dikutip, Kamis (30/7/2020).

"Operasional di jalan tol tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan prosedur operasional yang ketat. Sementara itu untuk sebagian karyawan back office diberlakukan work from home terutama untuk karyawan yang berusia di atas 45 tahun, ibu hamil dan menyusui," jelasnya.

Perseroan memperkirakan dampak terhadap kinerja dengan adanya Covid yakni estimasi penurunan laba bersih sekitar 25% tahun ini.

"Kami melakukan evaluasi dan prioritas program kerja di seluruh kelompok usaha Jasa Marga, mengontrol beban (Opex) dan belanja modal (capex), mengambil kebijakan untuk pergeseran jadwal operasional, dam menjaga komunikasi dengan bank dan lembaga keuangan lainnya untuk meningkatkan stand by facility," jelasnya.

Berdasarkan data laporan keuangan, aset perusahaan per Juni 2020 mencapai Rp 102,69 triliun, naik dari Desember 2019 yakni Rp 99,68 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading