AP II Rilis Obligasi Rp 2,25 T, Ini Bocoran Kuponnya

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
28 July 2020 07:40
A man sits an empty arrival gate at Soekarno-Hatta International Airport in Tangerang, Indonesia, Indonesia on Friday, April 24, 2020. Indonesia is suspending passenger flights and rail service as it restricts people in the world's most populous Muslim nation from traveling to their hometowns during the Islamic holy month of Ramadan because of the coronavirus outbreak.(AP Photo/Tatan Syuflana)

Jakarta, CNBC Indonesia - BUMN pengelola bandara, PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II, menerbitkan obligasi berkelanjutan sebesar Rp 2,25 triliun yang merupakan Obligasi Berkelanjutan Angkasa Pura II Tahap II Tahun 2020.

Dana hasil penerbitan obligasi ini sebagian besar akan dipakai untuk kebutuhan pembayaran belanja modal atau capital expenditure (capex).

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, Selasa (28/7/2020), obligasi yang diterbitkan dan ditawarkan kepada masyarakat sebesar Rp 2,25 triliun ini terdiri dari empat seri.


Seri A dengan jumlah pokok Rp 32 miliar, dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,80% per tahun, berjangka waktu 3 tahun.

Seri B Rp 159 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,50% per tahun, berjangka waktu 5 tahun.

Seri C jumlah pokok Rp 1,602 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,10% per tahun, berjangka waktu 7 tahun.

Seri D sebesar Rp 457 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,25% per tahun, berjangka waktu 10 tahun.

"Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah Pokok Obligasi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulanan yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat dengan perhitungan 1 tahun adalah 360 Hari Kalender dan 1 bulan adalah 30 Hari Kalender sejak Tanggal Emisi," tulis manajemen AP II.

"Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada tanggal 13 November 2020 sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing Obligasi adalah pada tanggal 13 Agustus 2023 untuk Obligasi Seri A, 13 Agustus 2025 untuk Obligasi Seri B, 13 Agustus 2027 untuk Obligasi Seri C dan 13 Agustus 2030 untuk Obligasi Seri D.

Obligasi ini akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia dan dijadwalkan pada 14 Agustus mendatang, sementara masa penawaran umum diprediksi pada 7-10 Agustus 2020.

Obligasi Berkelanjutan ini adalah bagian dari Obligasi Berkelanjutan I Angkasa Pura II Tahun 2018 dengan target dana yang dihimpun total mencapai Rp 3 triliun. Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan tersebut, Perseroan telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Angkasa Pura II Tahap I Tahun 2018 sebesar Rp 750 miliar.

Adapun rating atau peringkat obligasi ini mengantongi idAAA dari Pefindo. Pengelola Bandara Soekarno-Hatta ini menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi, sementara PT Bank Mega Tbk (MEGA) sebagai wali amanat.

Secara rinci, dana hasil obligasi sebesar 20% untuk memenuhi kebutuhan pembayaran modal kerja di antaranya biaya pegawai, biaya operasional bandara, biaya umum dan administrasi, biaya pemasaran dan biaya lain-lain.

Sekitar 78,5% untuk memenuhi kebutuhan pembayaran capital expenditure.

Sementara sekitar 1,5% untuk melakukan pelunasan atas sebagian pokok pinjaman utang bank milik perseroan kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

"Pelunasan dipercepat atas fasilitas kredit, baik sebagian maupun sekaligus, dapat dilakukan setiap saat tanpa melakukan pemberitahuan terlebih dahulu kepada Bank BNI. Percepatan pelunasan kredit (prepayment) tidak dikenakan denda (penalty)," tulis manajemen AP II.

Total saldo utang ini mencapai Rp 394,98 miliar dengan bunga LPS + 3,00% dan jatuh tempo pada 28 Mei 2021.

Lalu utang kepada PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank) dengan saldo sebesar Rp 163,58 miliar, dengan bunga JIBOR 3 bulan + 2,61% dan jatuh tempo 3 Juni 2021. Kemudian kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan bunga LPS + 3,00%, jatuh tempo 24 Juni 2023.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading