Emas Antam & Dunia Kompak Terbang, Tembus Level Baru

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
25 July 2020 12:10
FILE PHOTO: Gold bullions are displayed at GoldSilver Central's office in Singapore June 19, 2017. Picture taken June 19, 2017.  REUTERS/Edgar Su/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga logam mulia menguat sepanjang pekan ini, menyusul kenaikan tensi politik antara Amerika Serikat (AS) dan China, di tengah pelemahan kurs dolar AS. Rekor tertinggi baru pun dicetak secara berbarengan.

Harga emas dunia melesat 5,31% selama sepekan ini ke US$ 1.904,9 (Rp 27,87 juta per troy ons, atau setara Rp 894,437/gram). Di dalam negeri, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik 4,51% ke Rp 926.120 per gram.

Dengan kata lain, harga emas di pasar spot global menyentuh level psikologis terbarunya di 1.900 per troy ons. Demikian juga dengan harga emas Antam yang mencetak level psikologis yang baru pada level 900.000 per gram.


Berdasarkan data harga Logam Mulia gerai Jakarta di situs logammulia milik Antam per Jumat, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat 0,76% di Rp 92,61 juta per batang dari harga sebelumnya yakni Rp 91,91 juta. Per gram harganya setara dengan Rp 926.120.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Khusus harga 1 gram emas Antam akhr pekan lalu naik Rp 7.000 ke Rp 984.000/gram.

Kenaikan harga emas sebagai aset lindung nilai terjadi di tengah kekhawatiran bahwa eskalasi konflik antara AS dan China bakal membuyarkan ekspektasi pemulihan ekonomi, terlebih ketika pandemi Covid-19 merebak.

Tensi antara AS dan China kian tinggi setelah Beijing mencabut izin konsulat AS di Chengdu, dan memerintahkan penutupan operasinya. Langkah ini diambil sebagai balasan atas pencabutan izin konsulat Beijing di Houston.

Secara bersamaan, dolar AS sedang didera koreksi yang membuat pembelian emas (yang dilakukan dalam dolar AS) menjadi lebih murah. Indeks dolar AS kemarin menyentuh 94,602 yang merupakan level terendah sejak September 2018.

Indeks ini dibentuk dari 6 mata uang mitra dagang utama AS. Euro yang menyumbang 57,6% dari indeks dolar AS sedang menguat setelah Dewan Uni Eropa menyepakati stimulus fiskal senilai 750 miliar euro guna membangkitkan perekonomian akibat pandemi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Emas Antam Jatuh 9% Sejak April 2020


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading