Analisis Teknikal

Dana Asing Masuk, Sesi II IHSG Bakal Bertahan Hijau

Market - Haryanto, CNBC Indonesia
21 July 2020 13:22
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa (21/7/2020) berhasil masuk zona hijau, dengan kenaikan 51,07 poin atau 1,01% menjadi 5.102,17 terdorong oleh aliran dana asing yang mulai masuk pasar ekuitas menyikapi kabar vaksin Covid-19.

Kenaikan ini terjadi setelah kandidat vaksin corona dari China telah tiba di Indonesia dan sedang dalam uji klinis. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengkonfirmasi bahwa kandidat vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech dalam proses uji klinis tahap tiga di Biofarma.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada sesi I nilai transaksi mencapai Rp 4,55 triliun, dengan investor asing beli bersih (net buy) sebesar Rp 65,55 miliar di semua pasar.


Sementara volume transaksi tercatat 5,85 miliar unit saham dengan frekuensi sebanyak 445.292 kali transaksi. Ada 222 saham yang naik, sementara turun sebanyak 173 saham dan stagnan 158.

Saham-saham yang membukukan kenaikan di antaranya saham PT Indofarma Tbk (INAF) (24,90%), PT kimia Farma Tbk (KAEF) (24,36%), PT Mataharai Department Store Tbk (LPPF) (16,99%), sedangkan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) (16,36%) dan PT envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) (11,93%).

Pengembangan seputar vaksin Covid-19 di Biofarma tersebut memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG hari ini. Hal ini juga terlihat dari Harga saham dua anak usaha Biofarma (selaku induk holding BUMN farmasi), yakni PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF), yang melesat pada perdagangan hari ini masing-masing sebesar 24,9% dan 24,4% menjadi Rp 1.505 dan Rp 1.710 per unit.

Sementara vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan raksasa farmasi seperti Pfizer, Moderna serta AstraZeneca dan Universitas Oxford setelah dinyatakan lulus uji coba ke manusia di tahap awal juga menopang bursa saham Wall Street yang menjadi barometer atau acuan bursa saham global pada penutupan perdagangan Senin kemarin (Selasa pagi waktu Indonesia).

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik tipis hanya 8,92 poin atau 0,03% menjadi 26.680,87, sementara indeks Nasdaq melonjak 263,90 poin atau 2,51% menjadi 10.767,09 dan S&P 500 naik 27,11 poin atau 0,84% menjadi 3.251,84.

Pada perdagangan sesi II IHSG diperkirakan masih bergerak naik, dengan indikator BB yang berada di area pivot menuju resistance, dengan garis yang semakin melebar dikombinasikan indikator MACD yang berpotongan ke atas.

Simak analisis teknikal di bawah ini.

 

Analisis TeknikalFoto: Revinitif
Analisis Teknikal

 

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode per jam (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). Saat ini, IHSG berada di antara area pivot dan resistance, dengan garis BB yang semakin melebar, maka pergerakan selanjutnya masih cenderung menguat mencoba menyentuh level resistance.

Untuk melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya, perlu melewati level resistance selanjutnya yang berada di area 5.125 hingga area 5.150. Sementara untuk merubah bias menjadi bearish perlu melewati level support yang berada di area 5.070 hingga area 5.025.

Sementara itu, indikator Moving Average Convergen Divergen (MACD) yang menggunakan pergerakan rata-rata untuk menentukan momentum, dengan garis MA yang berpotongan ke atas dari wilayah negatif, maka kecenderungan pergerakan untuk naik.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 62 setelah menyentuh level oversold, dengan garis yang bergerak naik, maka IHSG masih berpotensi menguat.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB yang berada di area pivot menuju level resistance dengan garis yang semakin melebar, maka pergerakan selanjutnya cenderung naik lebih lanjut, hal ini juga terkonfirmasi dengan MACD yang berpotongan ke atas.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading