Djokosoetono Borong Saham Blue Bird, Gojek Pegang Berapa?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
21 July 2020 10:40
Sekretariat Presiden (Setpres) saat membagikan paket nasi box bagi para pengendara seperti gojek dan grab yang melewati Jl. Veteran, Jakarta Pusat. (Biro Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Adrianto Djokosoetono, Direktur PT Blue Bird Tbk (BIRD) menambah kepemilikan saham emiten pengelola taksi Blue Bird ini dengan membeli sebanyak 315.000 saham BIRD dengan nilai transaksi sebesar Rp 303,48 juta.

Transaksi beli itu dilakukan dalam dua hari perdagangan dengan lima kali transaksi di antaranya dengan harga saham Rp 985-995/saham, antara 14 Juli dan 15 Juli lalu.

Pertama pembelian sebanyak 30.000 saham di harga Rp 990, 80.000 saham di harga Rp 995, 20.000 saham di harga Rp 985, 120.000 saham di harga Rp 990, dan 65.000 saham di harga Rp 995/saham.


Dengan demikian setelah transaksi maka porsi saham Adrianto, menjadi 4,947% saham atau 123.788.700 saham dari sebelumnya 4,935% atau 123.473.700 saham.

Jika mengacu pada harga saham BIRD pada perdagangan Selasa pagi ini (21/7/2020), di level Rp 935/saham, maka nilai saham Adrianto senilai Rp 116 miliar. Saham BIRD pagi ini melemah 1,06% di level Rp 930/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 2,33 triliun.

"Transaksi dilakukan pada 14 dan 15 Juli 2020, investasi langsung," kara Adrianto Djokosoetono, dalam suratnya kepada BEI, dikutip, Selasa (21/7/2020).

Adrianto Djokosoetono/Blue BirdFoto: Adrianto Djokosoetono/Blue Bird

Adrianto ditunjuk sebagai direktur perseroan sejak 2012. Dia juga pernah menjadi Ketua Unit Taksi Organda DKI Jakarta (2007-2013). Saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Iron Bird Transport sejak 2003, PT Irdawan Multitrans sejak 2011, PT Big Bird Pusaka, PT Cendrawasih Pertiwijaya, dan PT Pusaka Andalan Perkasa sejak 2012, dan PT Morante Jaya sejak 2013.

Mengacu situs BIRD, posisi direktur juga dipegangnya di PT Pusaka Prima Transport sejak 2001, PT Pusaka Integrasi Mandiri sejak 2008, PT Global Pusaka Solutions sejak 2009, PT Luhur Satria Sejati Kencana sejak 2012 dan PT Lintas Buana Taksi sejak 2013.

Mengacu laporan keuangan per 31 Maret 2020, pemegang saham terbesar BIRD masih dipegang PT Pusaka Citra Djokosoetono 31,52%, sisanya komisaris, direksi lain, dan investor publik (di bawah 5%) 28,33%.

Pada 21 Februari silam, manajemen Blue Bird akhirnya mengumumkan secara resmi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) menjadi pemilik 4,33% saham perusahaan jasa transportasi taksi ini. Hal tersebut disampaikan oleh manajemen BIRD dalam keterbukaan informasi.

Jumlah 4,33% saham yang dilepas tersebut sebanyak 108,21 juta saham. Harga jual per saham senilai Rp 3.800/saham, jadi total nilai transaksi penjualan saham tersebut mencapai Rp 411,87 miliar.

Manajemen BIRD dalam rilisnya mengatakan pembelian saham tersebut merupakan kelanjutan kolaborasi kedua perusahaan. Dengan harga penjualan Rp 3.800/saham, menjadikan Gojek menjadi salah satu pemegang saham minoritas.

Adapun PT Pusaka Citra Djokosoetono masih tercatat sebagai pemegang saham pengendali BIRD dengan kepemilikan saham sebesar 31,51% saat itu.

"Kami menyambut baik ketertarikan dari Aplikasi Karya Anak Bangsa untuk melakukan investasi melalui pembelian saham BIRD," ujar Noni Purnomo, Direktur Utama Blue Bird.

"Bergabungnya Aplikasi Karya Anak Bangsa sebagai salah satu pemegang saham menunjukkan bahwa Blue Bird sebagai penyedia transportasi merupakan partner yang strategis bagi Aplikasi Karya Anak Bangsa. Kami juga yakin langkah ini akan semakin memperkuat kolaborasi antara kedua belah perusahaan, sekaligus mendukung usaha perusahaan untuk secara konsisten meningkatkan layanan Blue Bird terhadap konsumen."

Sementara itu, Andre Soelistyo selaku Co-CEO dari Aplikasi Karya Anak Bangsa ketika itu menuturkan, "Gojek merupakan salah satu layanan platform terbesar untuk konsumen di Asia Tenggara dan hal tersebut tidak dapat dicapai tanpa partner kuat yang memungkinkan kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Peningkatan kerjasama dengan Blue Bird merupakan bukti nyata untuk hal ini dan memungkinkan kami untuk meningkatkan dua layanan utama kami di Indonesia, yaitu pembayaran dan transportasi."


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading