Mau Lepas Dari Resesi? Wajib Basmi Virus Corona!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
19 July 2020 18:44
[DALAM] Resesi

Jakarta, CNBC Indonesia - Isu resesi yang sejak tahun lalu mulai bergema akhirnya menjadi nyata di tahun ini. Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China yang berlangsung sejak pertengahan 2018 membuat perekonomian global melambat pada tahun lalu, dan muncul ancaman resesi.

Di awal tahun ini, AS-China mencapai kesepakatan dagang fase I, sehingga harapan akan kebangkitan ekonomi semakin membuncah. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, perekonomian global semakin cepat merosot hingga beberapa negara masuk jurang resesi. Penyebabnya, virus corona.

Virus yang berasal dari kota Wuhan China tersebut menjadi pandemi. Penyakit akibat virus corona (Covid-19) menginfeksi lebih dari 200 negara dan wilayah di dunia, nyaris tidak ada tempat yang besar dari virus corona. Berdasarkan data Worldometer, hingga saat ini jumlah kasus Covid-19 di dunia sudah lebih dari 14,45 juta orang.


Guna meredam penyebaran virus corona, negara-negara menerapkan kebijakan pembatasan sosial (social distancing) hingga karantina wilayah (lockdown). Akibatnya roda perekonomian melambat bahkan nyaris mati suri, sehingga masuk ke jurang resesi.

Jepang menjadi negara maju pertama yang mengalami resesi di tahun ini. Negara dengan nilai ekonomi terbesar ketiga di dunia ini mengalami resesi di kuartal I-2020. Produk domestic bruto (PDB) dilaporkan minus 1,7% year-on-year (YoY), setelah minus 0,7% YoY pada kuartal IV 2019.

Ketika PDB suatu negara minus dalam 2 kuartal beruntun secara YoY maka dikatakan mengalami resesi. Sementara jika minus secara kuartalan atau quarter-to-quarter (QtQ) dikatakan sebagai resesi teknikal.

Yang terhangat tentunya dari negara tetangga, Singapura yang resmi mengalami resesi di pekan ini.

Pemerintah Singapura pada hari Selasa melaporkan perekonomian mengalami kontraksi di kuartal II-2020. Tidak tanggung-tanggung produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II-2020 berkontraksi alias minus 41,2% QtQ setelah minus 3,3% di kuartal I-2020. Kontraksi pada periode April-Juni tersebut lebih buruk dari konsensus di Trading Economic sebesar -37,4%.

Sementara secara tahunan PDB minus 12,6% YoY, juga lebih buruk dari konsensus minus 10,5% YoY. Tidak hanya lebih buruk dari konsensus, PDB tersebut juga terburuk sepanjang sejarah Negeri Merlion. Di kuartal I-2020, PDB mengalami kontraksi tipis -0,3% YoY.

Sehingga, Singapura sah mengalami resesi. Terakhir kali Singapura mengalami resesi pada tahun 2008 saat krisis finansial global.

Berikutnya, "hantu" menargetkan negara dengan nilai perekonomian terbesar di dunia, Amerika Serikat. AS akan melaporkan data PDB pada Kamis 30 Juni nanti.

Di kuartal I-2020, perekonomian AS mengalami kontraksi 5%, sementara di kuartal II-2020, hasil polling Reuters menunjukkan PDB diprediksi berkontraksi 32,4%, benar-benar nyungsep. Sehingga hanya keajaiban yang luar biasa yang bisa membuat AS lepas dari resesi di kuartal II-2020 ini.

Ini Dampak Buruk Resesi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading