Rp 600 M, Top Up LinkAja via Bank Mandiri Tembus 2 Juta Kali

Market - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
15 July 2020 20:25
Bincang LinkAja “Sinergi BUMN: Akselerasi Pembayaran Digital dalam Ekonomi New Normal”. Screenshoot: Yuni Astutik

Jakarta, CNBC Indonesia - SVP Digital Banking Bank Mandiri, Sunarto Xie mencatat setidaknya ada 2 Juta transaksi top up atau isi ulang saldo LinkAja melalui Bank mandiri.

"Banyak top up hingga 2 juta transaksi, Kalau dinominalkan Rp 600 miliar, ini hingga Mei," ujarnya dalam webinar Bincang LinkAja "Sinergi BUMN: Akselerasi Pembayaran Digital dalam Ekonomi New Normal" di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Top up saldo LinkAja menggunakan Bank Mandiri menurutnya menjadi salah satu bukti bahwa semakin banyak nasabah yang melakukan transaksi di kantor Cabang. Bahkan menurutnya, sebelum pandemi Covid-19, sebanyak 96% nasabah ritel sudah melakukan transaksi di luar kantor cabang.


"Saat ini ada 15 juta user Bank Mandiri, di mana ada 5 ribu transaksi per menit (menggunakan aplikasi)," katanya lagi.

Tak hanya nasabah ritel, nasabah korporasi juga mengandalkan aplikasi perbankan sejak pandemi Covid-19. Karena harus tetap di rumah dan bekerja juga di rumah, tak heran jika transaksi digital untuk korporasi juga mencatat angka yang cukup besar.

Dia meyakini, Covid-19 membuat digitalisasi di perbankan terjadi lebih cepat. Menurutnya, perbankan siap menghadapi digitalisasi ini, bahkan untuk semua layanan yang ditawarkan perbankan.

"Bagaimana nasabah melakukan pembukaan rekening, blokir kartu, karena ini analoginya hanya bisa di CS di kantor cabang, Kami akan fokus di sini dengan cara bisa dibawa ke mobile aplikasi. Digitalisasi sudah nyata dan bagaimana mempercepat implementasinya," tegasnya.

Senada dengan Sunarto, Direktur Konsumer, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Handayani mengatakan bahwa pandemi Covid-19 selain menghadapi masa sulit juga ada hal positif, yaitu bagaimana transaksi digital tumbuh pesat.

Bank BRI mencatat pengguna internet banking Bank BRI tumbuh 2 kali lipat year on year. Di mana hingga Juni 2020, ada 24 juta nasabah yang aktif menggunakan internet banking.

"Kalau dulu mengira bank 4.0 akan mulai pada 2021 sampai 2022, sekarang banking everywhere, dengan Covid-19 ini malah dipercepat," ujarnya.

Bank BRI tak sendirian, melalui kerjasama dengan LinkAja, ada akselerasi transaksi berbasis digital yang digaungkan. Banyak integrasi yang bisa dilakukan, salah satunya isi saldo BRIZZI yang bisa dilakukan menggunakan LinkAja. Bahkan, Bank BRI juga melakukan integrasi digital lending LinkAja.

"Periode Covid-19 ini mendapat respon luar biasa, LinkAja transaksi top up atau isi ulang menggunakan Bank BRI naik 2 kali lipat year on year. Top up dari sisi volume naik 8 kali lipat dari sebelumnya," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading