Gegara Covid-19, Top Up LinkAja Via BRI Naik 8 Kali Lipat

Tech - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
15 July 2020 19:04
Inovasi Digitalisasi, Strategi BRI Jaga Pertumbuhan Kredit Konsumer(CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 bagai dua sisi mata uang, di satu sisi menjadi masa-masa sulit tapi disisi lain ada hal-hal yang tumbuh positif, salah satunya adalah bagaimana transaksi digital tumbuh pesat.

Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Handayani mencatat pengguna internet banking Bank BRI tumbuh 2 kali lipat year on year. Di mana hingga Juni 2020, ada 24 juta nasabah yang aktif menggunakan internet banking.

"Kalau dulu mengira bank 4.0 akan mulai pada 2021 sampai 2022, sekarang banking everywhere, dengan Covid-19 ini malah dipercepat," ujarnya dalam webinar Bincang LinkAja "Sinergi BUMN: Akselerasi Pembayaran Digital dalam Ekonomi New Normal" di Jakarta, Rabu (15/7/2020).


Bank BRI tak sendirian, melalui kerjasama dengan LinkAja, ada akselerasi transaksi berbasis digital yang digaungkan. Banyak integrasi yang bisa dilakukan, salah satunya isi saldo BRIZZI yang bisa dilakukan menggunakan LinkAja. Bahkan, Bank BRI juga melakukan integrasi digital lending LinkAja.

"Periode Covid-19 ini mendapat respon luar biasa, LinkAja transaksi top up atau isi ulang menggunakan Bank BRI naik 2 kali lipat year on year. Top up dari sisi volume naik 8 kali lipat dari sebelumnya," tegasnya.

Menurutnya, peningkatan transaksi ini dikarenakan masyarakat semakin sadar bagaimana agar tetap bertransaksi dengan cara aman. Sebab, uang tunai memang menjadi salah satu media penularan Covid-19 sehingga berbahaya.

Tak hanya itu, Bank BRI juga masih fokus pada UMKM dan memastikan jika pelaku usaha kecil tetap bisa bertahan. Sebab, tak bisa dipungkiri, industri kecil menjadi salah satu yang terdampak Covid-19.

"Kita juga bersama LinkAja, melakukan edukasi ke pasar tradisional, melalui website pasar memungkinkan transaksi payment berbasis online. barang-barang yang dibeli , kemudian dikirim dengan kerjasama ojek setempat. tentu saja membayar dengan LinkAja," ujarnya lagi.

Sebagai informasi, PT Fintek Karya Nusantara (Linkaja) sudah berusia satu tahun dan fokus membangun ekosistem agar semakin memudahkan transaksi digital bagi masyarakat luas tanpa batas.

Direktur Marketing LinkAja, Edward Kilian Suwignyo mengatakan setidaknya ada dua ekosistem yang dibangun LinkAja dalam kurun setahun terakhir. Pertama untuk kebutuhan pembayaran tagihan masyarakat dan kedua pada transportasi umum.

"Bahwa kebutuhan masyarakat yang menjadi kebutuhan sehari-hari bisa dimasukkan ke dalam digital. Area pertama adalah fokus dari Linkaja," ujarnya.

LinkAja melakukan adaptasi untuk pembayaran telekomunikasi, pembayaran tagihan rumah tangga, telepon rumah, juga pembayaran merchant, baik merchant seperti Indomaret, kemudian merchant nasional nasional lainnya.

"Ada lebih dari 1.500 merchant e-commerce dan digitalisasi di 466 pasar," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading