Terancam Pailit, Saham Cowell Development Disuspensi Bursa

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
13 July 2020 14:38
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Jumat 28/2/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan (suspensi) efek PT Cowell Development Tbk. (COWL) di seluruh pasar sejak sesi II perdagangan Senin (13/7/2020) hingga pengumuman Bursa lebih lanjut.

"Sehubungan dengan pemberitaan media pada tanggal 13 Juli 2020 terkait dengan permohonan pernyataan pailit keuangan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang [PKPU] terhadap Cowell Development di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, serta dengan mempertimbangkan kondisi perseroan, maka Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek COWL," tulis pengumuman BEI, Senin (13/7/2020).

"Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Cowell Development," tulis BEI.


Data BEI mencatat, saham COWL terakhir diperdagangkan di level Rp 50/saham, dengan kapitalisasi pasar Rp 243,56 miliar. Saham perusahaan masih termasuk saham tidur di level 'gocap'.

Berdasarkan data di PN Jakarta Pusat, Cowell dimohonkan dua perkara yakni permohonan penyataan pailit dengan pemohon PT Multi Cakra Kencana Abadi pada 17 Juni 2020 dengan nomor perkara 21/Pdt.Sus-Pailit/2020/PN Niaga Jkt.Pst.

Satu lagi yakni PKPU, dengan pemohon PT Mega Sukses bersama, 17 Juni, dengan nomor perkara 154/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkr Pst.

Cowell Development adalah salah satu pengembang properti di Indonesia dengan fokus di bidang pengembangan properti kelas menengah atas. Perusahaan ini didirikan pada 25 Maret 1981. Situs resmi perusahaan mencatat, awalnya perusahaan ini berdiri sebagai PT Internusa Artacipta.

Perseroan mengalami perubahan nama pada 2005 menjadi PT Karya Cipta Putra Indonesia. Pada tahun 2006, perseroan akhirnya mengubah identitasnya menjadi Cowell Development.

Saat ini, portofolio perseroan terdiri dari lima perumahan, yaitu Melati Mas Residence, Serpong Park, Serpong Terrace, Laverde, dan Borneo Paradiso, serta bangunan bertingkat seperti Westmark, The Oasis, dan Lexington Residence.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading