Internasional

Corona Makin Menjadi di AS, Wall Street 'Kebakaran'

Market - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
08 July 2020 07:53
Trader Timothy Nick works in his booth on the floor of the New York Stock Exchange, Thursday, Jan. 9, 2020. Stocks are opening broadly higher on Wall Street as traders welcome news that China's top trade official will head to Washington next week to sign a preliminary trade deal with the U.S. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street jatuh pada Selasa (7/7/2020). Rekor saham Nasdaq ikut mundur akibat reli ekuitas yang berhenti di tengah melonjaknya kasus terjangkit virus corona (Covid-19) di AS.

Ketiga indeks saham utama berakhir lebih rendah, dengan Nasdaq Composite Index mengakhiri rentetan tiga rekor berturut-turut, merosot 89,76 poin atau 0,9% menjadi 10.343,89.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 396,85 poin atau 1,5% menjadi 25.890,18. Sementara S&P 500 turun 34,40 poin atau 1,1% menjadi 3.145,32.



Beberapa sektor juga mengalami kerugian, termasuk bank besar seperti JPMorgan Chase yang turun 2,8% menjadi 92.32/saham, dan Citigroup turun 3,17% menjadi 50.32/saham.

Perusahaan pada industri lainnya, seperti Boeing turun menjadi 4.81% menjadi 178.88/saham, dan Caterpillar turun 1,7% menjadi 127.20/saham.

Di sisi lain, saham Walmart naik 6,78% menjadi 126.95/saham. Kenaikan ini menyusul laporan bahwa perusahaan ritel raksasa tersebut akan segera meluncurkan layanan berlangganan untuk bersaing dengan Amazon Prime.




Novavax melonjak 31,6% menjadi 104.56/saham setelah AS mengumumkan akan menyediakan US$ 1,6 miliar dana untuk pengembangan dan pembuatan kandidat vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh perusahaan biotek tersebut.

Tercatat kini lebih dari 2,93 juta kasus virus corona telah dikonfirmasi di AS bersama dengan setidaknya 130.306 kematian, menurut Johns Hopkins University. Selama akhir pekan, lebih dari 20 negara bagian melaporkan tingkat pertumbuhan rawat inap minimal 5%.

Naiknya angka kasus terjangkit membuat Presiden Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic dan Presiden Cleveland Federal Reserve, Loretta Mester menyatakan keprihatinan meningkatnya infeksi COVID-19 memperlambat pemulihan ekonomi.

"Itu membuat orang lebih berhati-hati," kata Mester kepada CNBC International, mengenai kondisi di wilayah banknya, dikutip dari AFP.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading