Habiskan Rp 134 M Buyback, Saham XL Axiata Masih Drop 8,25%

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
07 July 2020 11:37
Kantor pusat Axiata di Malaysia/REUTERS/Samsul Said/Files

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL), merealisasikan rencana pembelian kembali saham perseroan sebesar Rp 134,44 miliar dari rencana awal Rp 500 miliar. Nilai buyback saham yang sudah diekeskusi tersebut baru mencapai 26,8%.

Manajemen XL Axiata menyampaikan, periode pembelian kembali saham tersebut sudah dilaksanakan pada periode 7 April hingga 7 Juli 2020 dengan menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai anggota bursa pelaksana.

"Jumlah saham yang dibeli kembali sebanyak 56.487.800 saham dengan harga rata-rata pembelian kembali Rp 2.376 per saham," ungkap manajemen, Selasa (7/7/2020).


Persentase saham yang dibeli kembali ini mencapai 0,52% dari jumlah seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Adapun, sisa dana yang masih dapat digunakan perseroan untuk pembelian kembali saham sebesar Rp 365,55 miliar.

Seperti dituliskan sebelumnya, XL Axiata berencana membeli kembali saham perseroan sebanyak-banyaknya 2,13 miliar saham dengan alokasi dana Rp 500 miliar.

Nantinya, saham yang dibeli kembali ini akan disimpan sebagai saham tresuri.

Beberapa pertimbangan dilaksanakannya aksi korporasi ini adalah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan yang cukup signifikan sebesar 18,46% sejak awal tahun akibat dampak dari pandemi COVID-19 yang menekan pasar keuangan hingga dirilisnya Surat Edaran dari OJK yang membolehkan emiten melaksanakan buyback tanpa melalui proses Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Dalam rangka memberikan stimulus ekonomi ke pasar dan mengurangi dampak buruk dari kondisi saat ini, OJK meneritkan SEOJK 3/2020, hal tersebut membuka peluang bagi perseroan untuk melakukan pembelian kembali saham," tulis direksi XL Axiata, mengacu pada keterbukaan informasi, dikutip Selasa (7/4/2020).

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PT XL Axiata Tbk (EXCL) Dian Siswarini menyampaikan, dalam menghadapi ketidakpastian akibat pandemi, operator telekomunikasi juga turut menyesuaikan ekspansi bisnis.

Hal ini setidaknya sudah terefleksi dari pergerakan harga saham EXCL yang masih terkoreksi sejak awal tahun. Data BEI mencatat, sejak awal tahun, saham EXCL masih melemah 8,25%.

"Dampak bisnis sekarang ini kami antisipasi adanya ketidakpastian, sudah terlihat dengan harga saham cukup tertekan, implementasi rencana bisnis dari waktu ke waktu kami sesuaikan dengan konteks yang ada," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading