Top! RI Ada di Jajaran Kelas Menengah Atas, Apa Kriterianya?

Market - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
02 July 2020 09:01
Pengunjung melihat tas yang di jual di bazar post market, di Lippo Puri Indah,  Jakarta Barat,  Jumat (2/2/2018). Bazar yang berlangsung selama 1-4 februari ini menjual barang-barang merk ternama yang harganya mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah. Tak sedikit orang yang berkunjung ke lokasi tersebut, kebanyakan dari mereka yang datang kalangan kelas menengah atas dan kolektor tas tas mewah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Dunia telah menaikkan status Indonesia dari middle income country (negara berpenghasilan rendah) menjadi upper middle income country (negara berpenghasilan menengah atas). Kenaikan status ini berlaku sejak 1 Juli 2020.

Kenaikan status ditengah pandemi Covid-19 ini, karena Bank Dunia melihat pendapatan per kapita Indonesia tahun 2019 naik menjadi US$ 4.050 dari posisi sebelumnya US$ 3.840.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari mengatakan, kenaikan status Indonesia di tengah upaya pemerintah memitigasi dampak pandemi Covid-19 ke perekonomian adalah suatu prestasi yang membanggakan.


"Kenaikan status Indonesia tersebut merupakan bukti atas ketahanan ekonomi Indonesia dan kesinambungan pertumbuhan yang selalu terjaga dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut juga merupakan buah kerja keras masyarakat dan Pemerintah Indonesia dalam upaya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan," ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, saat ini Pemerintah juga terus mendorong serangkaian kebijakan reformasi struktural yang difokuskan pada peningkatan daya saing perekonomian, terutama aspek modal manusia dan produktivitas. Tak hanya itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri untuk mendorong ekspor dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

"Peningkatan status ini akan lebih memperkuat kepercayaan serta persepsi investor, mitra dagang, mitra bilateral dan mitra pembangunan atas ketahanan ekonomi Indonesia. Pada gilirannya, status ini diharapkan dapat meningkatkan investasi, memperbaiki kinerja current account serta mendorong daya saing ekonomi dan memperkuat dukungan pembiayaan," jelasnya.

Lanjutnya, kenaikan status ini juga merupakan tahapan strategis dan landasan kokoh menuju Indonesia Maju Tahun 2045. Untuk menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia, beberapa kebijakan yang perlu ditingkatkan antara lain memperkuat sumber daya manusia melalui pendidikan, program kesehatan, dan perlindungan sosial, membangun infrastruktur yang layak untuk menyokong mobilitas dan mendorong pembangunan.

"Ini sebagai kunci sukses menuju Indonesia Maju 2045," tambahnya.

Sementara itu, Indonesia dan Bank Dunia juga terus meningkatkan kerjasama melalui kerangka kerja Country Partnership Strategy. Untuk penanganan dampak pandemi Covid-19, Bank Dunia telah memberikan dukungan pembiayaan kepada Indonesia sebesar US$ 250 juta atau sekitar Rp 3,62 triliun (kurs Rp 14.500/US$).

Adapun pendanaan tersebut digunakan pemerintah untuk mengurangi risiko penyebaran, meningkatkan kemampuan mendeteksi, serta meningkatkan tanggapan terhadap pandemi Covid-19. Program ini sekaligus akan mendukung penguatan sistem nasional untuk kesiapsiagaan kesehatan masyarakat.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading