IHSG Tiba-tiba Terpeleset ke Zona Merah, Ini Biang Keroknya

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
01 July 2020 10:48
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: IHSG Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah sempat di buka di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau pada 9:30 WIB IHSG pindah ke zona merah akan tetapi berhasil kembali ke zona hijau selang 5 menit.

Akan tetapi posisi IHSG di zona hijau tidak dapat bertahan lama, terpantau pada 10:10 WIB IHSG kembali terperosok ke zona merah. Pada 10:20 WIB IHSG bahkan terpantau turun 0,13% di level 4.898,38 jatuh di bawah level psikologisnya 4.900.

Data perdagangan mencatat, investor asing kembali melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 53 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 2 triliun.


Saham yang paling banyak dilepas asing hari ini adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 23 miliar.

Berikut saham-saham yang menjadi pendorong penurunan IHSG hari ini.

Terlihat 3 saham yang menjadi pemberat pergerakan IHSG hari ini merupakan saham yang volum perdaganganya tergolong sedikit.

Tercatat Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) yang terpantau turun 3,14% dan menjadi pemberat utama IHSG dengan penurunan 2,06 poin. Akan tetapi DNET hanya diperdagangkan dengan frekuensi 1 kali dengan total nilai transaksi hanya Rp 339 ribu.

Di posisi kedua ada PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) yang terpantau terdepresiasi sebesar 0,55%. SMMA juga diperdagangkan dengan frekuensi 1 kali dengan total transaksi hanya Rp 3,6 juta. SMMA sendiri terpantau sudah reli selama 3 hari berturut-turut sebesar 18% dan menjadi salah satu penahan kejatuhan IHSG selama 3 hari terakhir.

Anak usaha SMMA, PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) juga menjadi pemberat pergerakan IHSG setelah jatuh menyentuh Auto Reject Bawah (ARB) dengan koreksi sebesar 6,42% akan tetapi meski terkena ARB, BSIM hanya diperdagangkan dengan total nilai transaksi Rp 255 ribu.

Selain itu pemberat IHSG lainya adalah PT Bank Mandiri (BMRI) yang turun 0,40% setelah di jual bersih investor asing sebanyak Rp 16 miliar dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang turun 1,07% setelah di net sell asing sebesar Rp 5 miliar.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Saksikan video terkait di bawah ini:

Deretan Saham yang Diborong & Dilepas Asing di Semester I


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading