Basuki Minta ke Nadiem Bikin Kelas Master, untuk Bidang Apa?

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
27 June 2020 12:44
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono memberikan keterangan pers mengenai Padat Karya Tunai untuk Menjaga Penghidupan Masyarakat dan Menekan Angka Pengangguran

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang mencari orang-orang yang berminat untuk menjadi insinyur. Poliktenik Pekerjaan Umum dengan program master super spesialis PUPR pun sudah disiapkan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Politeknik PU di Semarang ini menjadi politeknik yang unik, tidak seperti politeknik kebanyakan. Politiknik PU hanya untuk program D3.

Politeknik PU Semarang saat ini, sebenarnya kata Basuki sudah berjalan dan memasuki tahun kedua, dan saat ini masih 'menumpang' di salah satu gedung milik Univesitas Diponegoro di daerah Tembalang dengan tiga program prodi.


Tiga prodi yang diajarkan oleh Politeknik PU di antaranya prodi jalan dan jembatan, prodi sumber daya air, dan prodi bangunan gedung. Di dalam satu kelas hanya akan diisi oleh 50 siswa.

Para siswa pun, kata Basuki akan langsung dibawa ke Kalimantan, kemungkinan untuk membantu pemerintah membangun ibu kota baru.

"Dua tahun siswa akan ada di kelas, dan kalau tahun ketiga langsung dibawa ke Kalimantan. Insya Allah lulusan PU akan terserap oleh pasar, karena ajarannya khas betul semua yang dikerjakan PU," kata Basuki dalam video conference, Sabtu (27/6/2020).

Basuki juga menceritakan, dirinya sudah berbincang dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim tentang kelas program master.

Basuki juga mengusung kepada Nadiem untuk membuka program master super spesialis bidang PUPR. Latar belakang adanya program master super sepsialis bidang PUPR, kata Basuki karena Kebutuhan PNS PUPR memiliki keahlian teknis spesifik infrastruktur PU dan mampu mengatasi permasalahan di lapangan.

"Hanya 18 bulan, 1 semester di kelas dan 2 semester di lapangan dan dengan tutor. Dan itu diterima oleh Pak Nadiem dan disetujui," ujarnya.

Semua program yang ada di politeknik PU ini pun diakui Basuki berasal dari APBN.

"Kami sedang dan akan menerima, saya berbincang dengan Menteri Nadiem, mendesain program master super spesialis bidang PUPR. Ini saya biayai dengan APBN PU dan menurut saya APBN PU ini untuk alokasi pembangunan infrastruktur dan bukan untuk pengembangan SDM [Sumber Daya Manusia]."

"Kalau mau pengembangan SDM ada LPDP [ Layanan Beasiswa dan Pendanaan Riset Indonesia], jadi staf PU yang mau meneruskan sekolah dengan degree saya minta cari beasiswa, tidak dengan beasiswa APBN PU. APBN PU saya alokasikan khusus untuk bener-bener yang dibutuhkan oleh PU. Ini super spesialis," kata Basuki menjelaskan.

Berikut bidang studi super sepesialis yang diusung oleh Basuki kepada Nadiem:

  1. Rekayasa eskplorasi dan eksploitasi air tanah dalam
  2. Geologi struktur bawah tanah dan pemanfaatan ruang bawah Tanah
  3. Hidrologi dan drainase pada sistem transportasi jalan
  4. Rekayasa jembatan khsusus struktur bangunan atas dan bangunan bawah
  5. Teknik mitigasi bencana alam liquifaksi
  6. Teknik pengelolaan dan mitigasi bencana rawa
  7. Rekasaya dan pengendalian morfologi sungai
  8. Operasi dan instrumentasi hidro-meterologi bendungan
  9. Retrofitting dan instrumentasi keamanan bendungan
  10. Preservasi jalan pada kondisi geoteknik tanah sulit
  11. Rekayasa pengelolaan dan pengendalian kehilangan air minum

Rencananya Politeknik PU Semarang akan dibangun di lahan dengan luas 30 hektar yang pembangunannnya akan dimulai pada 2021, namun tendernya akan dimulai pada Oktober 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading