Korban Corona Dekati 10 Juta, Emas Diramal Rp 4,5 Juta/gram

Market - Redaksi, CNBC Indonesia
27 June 2020 06:44
FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Emas kembali menjadi perhatian investor pekan ini sebagai aset lindung nilai alias safe haven setelah kasus pandemi corona (covid-19) meningkat dan hampir menjangkiti 10 juta penduduk dunia. Ini membuat beberapa yang meramal harga emas bisa mencapai US$ 10.000/oz atau sekitar Rp 4,5 juta/gram. 

Harga emas dunia hingga pagi ini berada pada kisaran US$ 1.771,47/oz. Merupakan level tertinggi harga emas tahun ini, setelah kasus virus corona di dunia menjangkiti hampir 10 juta orang.

Berdasarkan data yang dikompilasi oleh Reuters, hingga pagi ini (Sabtu 27/6/2020), jumlah penduduk dunia yang terjangkit virus corona mencapai 9,68 juta orang. Sebanyak 490.118 orang meninggal dunia dan 4,86 juta dinyatakan sembuh. 


Kekhawatiran meningkatnya korban virus corona ini membuat banyak analis yang memprediksi harga emas akan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Ada yang memprediksi emas akan mencapai US$ 2.000/troy ons, hingga yang paling tinggi US$ 4.000/troy ons dalam jangka panjang.

Bahkan ada ramalan yang sangat ekstrim, emas dunia diprediksi terbang hingga US$ 10.000/oz. Prediksi ini disampaikan Dan Olivier, pendiri Myrmikan Capital, yang merupakan perusahaan pengelola dana yang berbasis di New York yang fokus pada riset emas (Myrmikan Research) dan pengelola dana Myrmikan Gold Fund.

Mengacu aturan di pasar, satu troy ons setara dengan 31,1 gram, sehingga besaran US$ 10.000 per troy ons yang diproyeksikan Dan Oliver, lalu dikonversi dengan membagi angka tersebut dengan 31,1 gram, hasilnya US$ 321,54 per gram. Dengan asumsi kurs rupiah Rp 14.000/US$, maka prediksi harga emas berada di Rp 4,5 juta/gram.

Menurut Olivier neraca (balance sheet) bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) sebagai faktor utama yang membawa harga emas terbang mengangkasa.

"The Fed, seperti yang ada ketahui, melakukan aksi pembelian aset uang masif akibat situasi yang disebabkan virus corona, oleh karena itu harga ekuilibrium emas juga naik dengan sepadan, harga emas yang seimbang dengan balance sheet The Fed kini sangat tinggi," kata Olivier, sebagaimana dilansir Kitco.

"Perkiraan saya sudah berubah, saya sekarang melihat harga emas bisa ke US$ 10.000/troy ons," tambahnya.

Sayangnya, Olivier tidak menyebutkan dalam rentang waktu berada lama emas akan mencapai level US$ 10.000/troy ons.

Balance sheet The Fed menunjukkan nilai aset (surat berharga) yang dibeli The Fed melalui kebijakan quantitative easing (QE).

Pada periode 2008-2014 The Fed melakukan QE untuk guna memacu perekonomian yang sebelumnya terkena krisis finansial. Semakin banyak jumlah aset yang dibeli, maka balance sheet The Fed akan semakin besar. Saat itu nilai balance sheet The Fed mencapai US$ 4,5 triliun.

Kebijakan tersebut membuat perekonomian AS banjir likuiditas, yang menjadi salah satu penopang penguatan emas hingga mencetak rekor tertinggi di bulan September 2011 lalu.

Kini, kebijakan yang sama diterapkan oleh The Fed, sang ketua Jerome Powell bahkan mengatakan akan melakukan QE berapa pun nilainya selama diperlukan oleh perekonomian. Saat ini, balance sheet The Fed sudah mencapai US$ 7,14 triliun, dan kemungkinan masih akan terus meningkat.

Itu baru The Fed, belum lagi bank sentral lainnya yang juga menerapkan QE dengan jumlah besar, bahkan beberapa bank sentral, seperti bank sentral Australia baru pertama kali menerapkan QE.

Situasi saat ini tentunya lebih menguntungkan lagi buat emas ketimbang pasca krisis finansial 2008.

Belum lagi gelontoran stimulus fiskal yang dilakukan pemerintah di berbagai negara yang membuat perekonomian global banjir likuiditas. Dampaknya, banyak analis memprediksi emas akan mencetak rekor tertinggi lagi, bahkan jauh lebih tinggi dari rekor sebelumnya US$ 1.920/troy ons.

Emas saat ini berada di dekat level US$ 1.800/troy ons yang dianggap sebagai level psikologis. Bank of Amerika (BofA) melihat level tersebut menjadi kunci pergerakan emas, untuk mencapai rekor tertinggi.

Dalam riset yang dikutip oleh Kitco, analis BofA melihat sejak emas turun dari rekor tertinggi sepanjang masa US$ 1.920/troy ons pada September 2011 lalu, emas dikatakan sudah 3 kali mencoba kembali ke atas US$ 1.800/troy ons tetapi gagal.

Dengan demikian kali ini, jika mampu dilewati emas punya peluang untuk mencetak rekor tertinggi sepanjang masa baru. BofA menargetkan emas mencapai US$ 2.000/US$ di kuartal III-2020.

BofA memprediksi harga emas akan mencapai US$ 2.000/troy ons di kuartal III-2020, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Tetapi rekor tersebut diprediksi akan pecah lagi, emas akan melesat lebih tinggi.

Dalam 18 bulan ke depan, BofA memprediksi emas mencapai US$ 3.000/troy ons.

Dari dalam negeri, harga emas yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun 1,05% atau sebesar Rp 9.000 menjadi Rp 849.120/gram pada Kamis kemarin, dari perdagangan Rabu di level Rp 858.120/gram.

Sebelumnya pada perdagangan Rabu, harga emas Antam naik 0,94% atau Rp 8.000 dari posisi harga Selasa yakni Rp 850.120/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram turun 1,05% berada di Rp 84,912 juta dari harga kemarin Rp 85,812 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Kamis turun Rp 9.000 menjadi Rp 907.000/gram setelah naik Rp 8.000 ke Rp 916.000/gram pada hari Rabu kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga turun 1,11% atau Rp 9.000 ditetapkan pada Rp 800.000/gram, dari posisi kemarin Rp 809.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading