Internasional

Jadi Orang Terkaya di Asia, Ini Jejaring Bisnis Mukesh Ambani

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
25 June 2020 11:45
Mukesh Ambani, Chairman and Managing Director of Reliance Industries, reacts during the 2011 spring membership meeting organised by the Institute of International Finance (IIF) in New Delhi March 4, 2011. REUTERS/B Mathur/Files

Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa orang terkaya di Asia? Jawabannya bukan pendiri Alibaba Jack Ma atau bos Tencent Ma Huateng. Orang terkaya di Asia adalah Mukesh Ambani, pria berusia 63 tahun dan pemimpin dari grup konglomerasi bisnis di India, Reliance Industries, yang dibangun oleh ayahnya, Dhirubhai Ambani.

Mendiang Ambani adalah taipan bisnis India yang membangun Reliance di Bombay bersama sepupunya pada tahun 1977. Ia juga termasuk satu dari 50 pebisnis terbaik di Asia versi The Sunday Times.

Forbes mencatat pada 2007, total kekayaan keluarga Ambani mencapai US$ 60 miliar Rp 840 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$) dan mereka menjadi keluarga terkaya kedua di dunia saat itu. Ambani meninggal dunia pada 6 Juli 2002.


Sang putra, Mukesh Ambani, kini meneruskan lompatan bisnis Reliance yang sebetulnya fokus pada bisnis minyak dan petrokimia.

Mukesh Ambani berhasil menduduki sebagai orang terkaya di Asia hanya dalam 58 hari. Menurut Forbes World Billionaires Maret 2020, harta kekayaan Mukesh Ambani baru US$ 36,8 miliar. Namun kini harta kekayaannya naik menjadi US$ 64,1 miliar atau Rp 897 triliun. Ia kini masuk dalam daftar 10 orang terkaya di dunia.

Kenaikan harta kekayaannya hampir satu kali lipat ini karena kebijakannya merubah fokus bisnis konglomerasinya dari industri minyak dan petrokimia menjadi perusahaan teknologi telekomunikasi dan sektor ritel. 

Dua bisnis ini dijalankan lewat Reliance Retail Limited Investor Relations dan Jio Investor Relations sebagaimana terungkap dalam situs resmi reliance.

Dalam 58 hari, Mukesh Ambani berhasil mengumpulkan dana segar dari investor sebesar US$ 22 miliar atau Rp 308 triliun untuk mendanai Jio Platforms, unit telekomunikasi dan broadband milik Reliance yang tumbuh dengan pesat di India. Hal yang perlu menjadi catatan, ia berhasil mengumpulkan dana ini di tengah lockdown (karantina wilayah) India karena virus corona Covid-19.

Dana ini diperoleh dengan menjual 25 saham Jio Platform. Salah satu investornya adalah bos Facebook Mark Zuckerberg yang membeli 10% saham perusahaan senilai US$ 5,7 miliar dan fund manager ternama Robert Smith Vista Equity Partners yang membeli 2,3% saham senilai US$1,5 miliar.

"Mukesh Ambani telah mengubah wajah Reliance dari Petrokimia menjadi teknologi," ujar Chairman RPG Group Harsh Goenka seperti dikutip dari Forbes, Selasa (23/6/2020). "Investor global berebut untuk mengambil sepotong kue Jio selama pandemi global."

Pada Agustus 2021, Mukesh Ambani telah mengumumkan investasi US$46 miliar untuk membangun Jio dengan target memiliki nol utang pada Maret 2021. Pada Maret 2020 utang bersih US$ 21,2 miliar dan akan tertutup dengan suntikan dana masuk.

Agenda berikutnya Ambani adalah mendaftarkan bisnis ritel Jio dan Reliance. Itu mungkin akan bisa meningkatkan harta kekayaannya.

Reliance Industries adalah perusahaan asal India yang bergerak di sektor energi yang ini memang mulai mendiversifikasi bisnis ke ritel. Industri yang menjadi fokus utama Reliance Industries pada awalnya adalah industri pertambangan minyak dan gas.

Reliance juga menjadi perusahaan swasta terbesar di India yang termasuk dalam perusahaan Fortune 500. Perusahaan ini tercatat di National Stock Exchange of India Ltd (NSE), bursa India, dengan kode saham RELIANCE dan diperdagangkan di harga 1.739 rupee India/saham, naik 0,68% pada perdagangan Kamis (25/6/2020).

Mengacu laporan keuangan yang dipublikasikan di situs perusahaan, pendapatan full year 2020 yang diperhitungkan per Maret 2020, tercatat sebesar 659.205 crore India, naik 5,4% dari periode yang sama dari tahun sebelumnya 625.212 crore India. 

Sebagai informasi, 1 crore India setara dengan 10 juta rupee India dan 1 rupee India sama dengan sekitar Rp 188. Maka estimasi pendapatan Reliance tersebut setara dengan Rp 1.239 triliun.

Sementara EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) pada periode Maret 2020 (full year) itu mencapai 102.280 crore India, naik 10,4% dari sebelumnya 92.656 crore India. Nilai EBITDA itu setara dengan Rp 192 triliun.

Adapun laba bersih juga naik 11,3% menjadi 44.324 crore India atau Rp 83 triliun dari sebelumnya 39.837 crore India atau Rp 75 triliun.

"Ketika India dan dunia bergulat dengan tantangan terbesar yang dihadapi oleh generasi kita, saya berbesar hati dengan kinerja yang kuat dari Reliance menghadapi kondisi luar biasa yang diciptakan oleh Covid-19," kata Mukesh Ambani, dalam siaran pers perusahaan, dikutip CNBC Indonesia.

"Saya sangat percaya bahwa tidak ada yang lebih berharga di dunia ini selain nilai kehidupan manusia - nilai dari setiap manusia, terlepas dari latar belakang sosial atau ekonomi mereka."

"Karena itu, tindakan penciptaan nilai tertinggi adalah menyelamatkan hidup manusia, memastikan kesehatan manusia, dan meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan manusia. Kami di Reliance menilai dan mengukur keberhasilan kami, baik dalam kegiatan bisnis maupun kegiatan filantropi kami, semata-mata berdasarkan matriks moral ini," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading