Wall Street Pesta Pora, Nasdaq Cetak Rekor Lagi

Market - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
24 June 2020 07:05
Trader Timothy Nick works in his booth on the floor of the New York Stock Exchange, Thursday, Jan. 9, 2020. Stocks are opening broadly higher on Wall Street as traders welcome news that China's top trade official will head to Washington next week to sign a preliminary trade deal with the U.S. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, menutup perdagangan di zona hijau Selasa (23/6/2020). Bahkan Nasdaq, indeks yang kaya teknologi, mencatat rekor.

Nasdaq naik 0,7% lke 10.131,37. Ini adalah rekor kedua berturut-turut. Sementara Dow Jones juga naik 0,5% ke 26.156,10. Sedangkan S&P 500 naik 0,4% ke 3.131,29.



Investor merespons positif pernyataan Penasihat Ekonomi Gedung Putih Lawrence 'Larry' Kudlow. Dalam wawancara bersama CNBC International, Kudlow menyebut bahwa tidak ada gelombang serangan kedua (second wave outbreak) virus corona di AS.

"Memang ada beberapa hotspot, kami terus menanganinya dan kami sekarang tahu caranya. Kita sudah bertahan dan melalui musim dingin, tidak ada second wave yang bakal datang," tegas Kudlow.


Selain itu, investor juga menyambut gembira rencana paket stimulus fiskal tambahan. Kubu Partai Demokrat di House of Representatives (salah satu kamar di parlemen AS) menyampaikan proposal stimulus infrastruktur senilai US$ 1,5 triliun (Rp 21.214,75 triliun dengan kurs saat ini).

Stimulus ini mencakup pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, energi, sekolah dan berbagai proyek lain. Pembahasan akan segera dimulai, dan kalau lancar akan disahkan dalam beberapa pekan ke depan.


Ketua House of Representaives Nance Pelosi mengungkapkan akan memperjuangkan pengesahan proposal ini. Bahkan, sebelum reses pada 4 Juli.

Kemungkinan stimulus ini akan digolkan dengan mulus. Pasalnya, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin memberi petunjuk bahwa paket stimulus berikutnya akan fokus untuk membuat orang-orang kembali bekerja.

Data terbaru di AS juga memberikan optimisme akan pemulihan ekonomi. Penjualan rumah baru pada Mei 2020 melonjak 16,6% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 676.000 unit. Jauh di atas konsensus pasar yang dihimpun Reuters yang memperkirakan pertumbuhan 2,9%.

"Berbagai data ekonomi terbaru memberi harapan bahwa pemulihan ekonomi akan berlangsung cepat. Mungkin bisa membentuk pola V-Shape," kata Mark Luschini, Chief Investment Strategist di Janney Montgomery Scott yang berbasis di Philadelphia, seperti dikutip dari Reuters.

Dari individual saham, saham Apple naik 2,1% setelah pengumuman membangun chip sendiri. Sementara saham Boeing turun 0,4%.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading