Corona Tak Surutkan Produksi & Transisi Tambang Freeport

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
22 June 2020 18:19
Indonesia lewat PT Indonesia Alumunium (Inalum) menguasai 51% saham PT Freeport Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, melakukan kunjungan kerja ke tambang Freeport di Timika, Papua pada 2-3 Mei 2019.

Dalam acara, Jonan mengunjungi tambang emas legendaris milik Freeport Indonesia, yaitu Grasberg, yang lokasinya 4.285 meter di atas permukaan laut.

Tambang Grasberg ini akan habis kandungan mineralnya dan berhenti beroperasi pada pertengahan 2019 ini. Sebagai gantinya, produksi meas, perak, dan tembaga Freeport akan mengandalkan tambang bawah tanah yang lokasinya di bawah Grasberg.

Dalam kunjungan tersebut, Jonan didampingi Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, serta sejumlah pejabat Kementerian ESDM.

Perjalanan menuju Grasberg dilakukan menggunakan bus khusus, dan sempat disambung dengan menggunakan kereta gantung atau disebut tram yang mengantarkan hingga ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut, dan disambung dengan bus lagi hingga ke puncak Grasberg.

Cuaca gerimis serta oksigen yang tipis menyambut kedatangan Jonan dan rombongan di lokasi puncak Grasberg.

Dalam kunjungannya Jonan mengatakan, tantangan saat ini adalah membuat operasional Freeport terus berjalan dengan baik, dan produksi, keselamatan kerja, serta lingkungan dapat terjaga dengan baik.

Jonan meminta agar tidak ada hambatan dalam pengelolaan tambang Freeport pasca pengambilalihan 51% saham oleh Inalum.

Jonan juga meminta agar ke depan peranan Freeport terhadap masyarakat Papua makin besar, lewat pembangunan sarana dan prasarana seperti sekolah serta rumah sakit atau puskesmas. (CNBC Indonesia/Wahyu Daniel)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan kegiatan tambangnya tetap berjalan meski dilanda pandemi corona (Covid-19). Selain itu, PTFI juga memastikan jika transisi tambang bawah tanah mereka tidak berhenti.

Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan jika masa transisi tambang bawah tanah sudah dimulai sejak tahun 2019. Pada tahun 2021 diproyeksikan tambang bawah tanah beroperasi 75%.

"Tahun 2022 100% beroperasi penuh. Tahun 2021 produksi 110 ribu ton perhari, lalu 160 ribu ton per-hari. Nah di tahun 2022 bisa 200 ribu ton per hari," kata Tony dalam diskusi virtual medcom.id, Minggu (21/6).


Lebih lanjut ia mengatakan, kontribusi pada roda perekonomian harus terus berjalan. Sehingga pihaknya tetap menjaga operasinya meski di tengah pandemi. Ia menyebut PTFI merupakan 90% pendapatan daerah Mimika dan merupakan pendapatan 45% dari Papua.

"Kita harus berproduksi , pendapatan Rp 2 triliun kita setor ke pemerirntah pusat berupa pajak, PNPB, dan pungutan lainnya. Belum lagi multipler effect beroperasinya Freeport Indonesia," tegasnya.

Soal upaya pencegahan penyebaran virus ia menyebut dilakukan penyesuaian-penyesuaian. Mulai dari jumlah tenaga kerja menggunakan protokol new normal. PTFI, imbuhnya, memiliki peran penting dalam menjaga roda perekonomian.

Menurutnya PTFI memiliki banyak karyawan mencapai 25 ribu, jika semua karyawan ini berhenti maka dampaknya akan besar. Ini menjadi alasan kenapa pemerintah mempertahankan benar sektor tambang ini. Meski demikian PTFI tetap khawatir dengan penyebaran virus, sehingga menjalankan protokol Covid-19.

"Di sisi lain, kita sangat khawatir juga 25 ribu orang kerja dalam satu area, potensi munculnya 1 cluster itu sangat besar," paparnya. 


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading