Berburu Cuan, Ini Sederet BUMN yang Royal Bagikan Dividen

Market - Tri Putra & Arif Gunawan & trp, CNBC Indonesia
22 June 2020 13:57
Gedung Kementerian BUMN (detik.com/Hendra Kusuma)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi para pemburu dividen, terutama peminat dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkapitalisasi pasar besar, masa berburu dividen sudah hampir usai, karena cum date atau tanggal terakhir pencatatan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen para BUMN tersebut sudah banyak yang lewat. 

Nah, sembari menghitung cuan dan menunggu tanggal pembayaran dividen tersebut, mari kita simak BUMN mana sih yang paling royal memberikan dividen dan BUMN mana yang punya imbal hasil (yield) paling besar dari tiap saham yang mereka keluarkan?

Sebagaimana diketahui, di bursa asham pemodal mendapatkan keuntungan investasi saham dari dua sisi, yakni dari kenaikan harga saham (capital gain) dan dari pembagian keuntungan tahunan (dividen).


Pada umumnya, investor pemburu dividen akan menggunakan perhitungan imbal hasil dividen (dividend yield) untuk menentukan daya tarik saham dari sisi dividen, dibandingkan saham lain. Imbal hasil ini riil menunjukkan keuntungan yang bisa dia dapatkan dari tiap rupiah ongkos yang dia keluarkan untuk membeli per unit saham tersebut.

Di sisi lain, ada yang namanya rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR), yang menunjukkan seroyal apa sebuah perusahaan berbagi keuntungan kepada pemegang saham publik dari laba bersih yang diperolehnya. Berikut ini data keduanya dari saham BUMN:

Tahun ini PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menjadi BUMN dengan dividend yield paling tinggi. Saham perusahaan batu bara ini memberikan imbal hasil sebesar 12,93% yaitu sebesar Rp 316,8 tiap unitnya, dengan rasio laba bersih perusahaan dengan dividen yang dibagikan (dividend payout ratio/DPR) sebesar 93%.

Secara historis, PTBA memang doyan membagikan dividen dengan imbal hasil yang sangat menarik. Selama 5 tahun terakhir, PTBA rata-rata memiliki imbal hasil sebesar 10,5%, jauh di atas rata-rata deposito perbankan di kisaran 4,51%-6,29% (untuk deposito 1-12 bulan).

Oleh karena itu, tidak heran apabila perusahaan pelat merah ini menjadi anggota indeks IDX High Dividend 20 yaitu indeks dengan emiten-emiten yang rutin memberikan dividen jumbo.

Akan tetapi apabila menilik dari rasio pembayaran dividen (DPR) terbaru, maka PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) justru yang paling royal dalam membagikan dividen, tercatat PGAS memiliki DPR sebesar 100% yang artinya PGAS membagikan semua laba bersihnya kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Biasanya, hanya perusahaan yang sudah mapan (established) secara keuangan dan operasional yang berani membagi mayoritas laba bersihnya sebagai dividen. Mereka tidak perlu menyisihkan keuntungannya untuk membiayai ekspansi, sehingga memiliki kelonggaran untuk membaginya kepada para pemegang saham, tanpa mengancam operasi.

Namun untuk kasus PGAS, ternyata baru kali ini perusahaan distributor gas ini membagikan dividen dengan rasio besar. Selama 4 tahun terakhir, DPR PGAS hanya di kisaran 36%. Rasio dividen yang besar justru dibagikan ketika laba bersih 2019 merosot 77,8%.

Kenaikan tersebut terjadi untuk memenuhi target setoran dividen yang ditetapkan pemerintah. Setoran dividen perusahaan BUMN tahun ini dipatok di kisaran Rp 48 triliun-Rp 49 triliun. naik dari setoran tahun lalu senilai Rp 45 triliun.

Asik memang berburu dividen, akan tetapi investor tetap harus berhati-hati dalam melakukan hal ini. Sebab dividend trap alias jebakan dividen bisa saja menanti bagi para pelaku pasar yang tidak berhati-hati. Contohnya seperti PTBA yang 'dibanting' 13% dalam 2 hari setelah cum datenya karena investor buru-buru ingin merealisasikan keuntungannya.

Maka dari itu setelah melihat tabel di atas investor sudah harus bersiap-siap untuk tahun depan dalam memilih saham incaran yang memiliki rasio pembagian dividen dan imbal hasil yang tinggi sambil tetap berhati-hati menghindari jebakan dividen. Oh iya, jangan lupa bayar pajaknya juga ya, cuma 10% kok.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading