Sukuk Global RI Laris Rp 233 T, Ini Deretan Rekor Obligasi RI

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
19 June 2020 08:35
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai APBN KiTa (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Surat utang milik Pemerintah Indonesia kembali laris manis. Kali ini giliran surat utang syariah pemerintah alias sukuk. Di tengah kondisi pasar yang masih sangat volatil, Sukuk Global Pemerintah Republik Indonesia kebanjiran permintaan hingga oversubcribed (kelebihan) hampir 6,7 kali dibandingkan dengan target emisi.

Total pemesanan yang masuk atau orderbook mencapai US$ 16,66 miliar atau setara Rp 233 triliun, sementara target pemerintah sebesar US$ 2,5 miliar atau setara dengan Rp 35 triliun (kurs Rp 14.000).

Berdasarkan siaran pers Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Sukuk Global ini berdenominasi dolar AS dalam format - 144A /Reg S Trust Certificate.


Sukuk dengan akad Wakalah ini dibagi dalam 3 seri yakni dengan tenor 5 tahun sebesar US$ 750 juta, 10 tahun sebesar US$ 1 miliar, dan tenor 30 tahun sebesar US$ 750 juta.

Setiap seri telah diberikan peringkat Baa2 oleh Moody's Investor Service, BBB oleh S&P Global Ratings Services dan BBB oleh Fitch Ratings.

Sukuk Global ini diterbitkan melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III, sebuah badan hukum yang dibentuk oleh Pemerintah Republik Indonesia khusus untuk melakukan penerbitan SBSN.

Penerbitan Sukuk Global kali ini akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan NASDAQ Dubai (dual listing) serta akan dilaksanakan setelmen pada tanggal 23 Juni 2020, dengan imbal hasil (yield) sebesar 2,30% untuk tenor 5 tahun, 2,80% untuk tenor 10 tahun dan 3,80% untuk tenor 30 tahun.

Pemerintah kembali melanjutkan komitmen dalam pembiayaan berkelanjutan dengan mendedikasikan tenor 5 tahun sebagai Green Sukuk yang menunjukkan komitmen, leadership serta kontribusi pemerintah di komunitas global terkait pembiayaan perubahan iklim.

Green Sukuk kali ini merupakan penerbitan Green Sukuk yang ketiga kalinya di pasar global, di samping penerbitan Green Sukuk Ritel di akhir tahun 2019.

Transaksi ini dilaksanakan sejalan dengan rencana pembiayaan Pemerintah tahun 2020 termasuk untuk mengakomodir kebutuhan APBN dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 sekaligus untuk memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global dan mendukung pengembangan keuangan syariah di Kawasan Asia.

Beberapa capaian penting dari penerbitan ini antara lain sukuk ini adalah pencapaian kupon terendah untuk tenor 5 dan 10 tahun untuk Sukuk Global.

Selain itu, ini merupakan penerbitan Sukuk Global Indonesia pertama untuk tenor 30 tahun dengan kupon terendah dalam penerbitan Sukuk di pasar keuangan global dan penerbitan Sukuk Global tenor 30 tahun terbesar di Asia serta oversubscribe sebesar 6,7 kali.

"Dengan besarnya orderbook, Pemerintah dapat menekan harga sampai 70 bps [basis poin] dari harga penawaran awal (initial price guidance) dan di bawah indikatif fair value," tulis Kemenkeu.

BNP Paribas, Dubai Islamic Bank, HSBC, Maybank dan Standard Chartered dipercaya sebagai Joint Lead Manager dan Joint Bookrunners. BNP Paribas dan HSBC bertindak sebagai Joint Green Structuring Advisor. PT Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai Co-Manager untuk transaksi ini.

Lelang SUN dan Global Bond Laris Manis
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading