Buka-bukaan Sri Mulyani, Ekonomi RI Diramal Minus 3,1% di Q2

Market - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
17 June 2020 09:45
Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Properti 2019. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 akan tertekan lebih dalam dibandingkan dengan kuartal I-2020. Bahkan di kuartal II perekonomian kemungkinan kontraksi minus 3,1%.

Hal ini terlihat karena berbagai sektor pendorong perekonomian yang memang mengalami tekanan cukup dalam di Mei dibandingkan Maret dan April sebelumnya, terutama karena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan di berbagai daerah di Tanah Air.

"Pada kuartal II akan ada kontraksi karena PSBB dilakukan dan memberi kontribusi ke pertumbuhan ekonomi yang besar. Ini akan mempengaruhi kuartal II yang kita perkirakan -3,1%," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita edisi Juni 2020, Selasa kemarin (16/6/2020).


Kalau proyeksi ini terwujud, maka akan menjadi kali pertama ekonomi Indonesia masuk zona minus sejak kuartal I-1999. Kala itu, ekonomi Tanah Air terkontraksi -6,13%.

Namun, eks Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berharap pada kuartal III dan IV, situasi diperkirakan membaik dan pertumbuhan ekonomi kembali ke teritori positif. Oleh karena itu, pemerintah masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 di kisaran -0,4% hingga 2,3%.

"Meskipun point estimate kita mendekati 0-1%. Kita akan lihat terus dari berbagai perkembangan," katanya.

Ramalan Sri Mulyani bukan tanpa sebab, melainkan karena 2020 adalah tahun yang luar biasa. Bukan dalam konteks yang positif, tetapi tantangannya yang sangat besar.

"2020 adalah tahun yang sangat extra-ordinary. Pandemi Covid-19 adalah tantangan yang belum ada jawaban kapan akan berakhir dan bagaimana respons yang paling efektif," jelasnya.

Akibat pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019.Covid-19) ini, lanjut Sri Mulyani, Bank Dunia bahkan memperkirakan ekonomi global terkontraksi atau tumbuh negatif -5,2%.

"IMF [Dana Moneter Internasional] kita akan lihat beberapa bulan ke depan, biasanya outlook Juli. Pasti ada revisi [pertumbuhan ekonomi RI dari IMF]."

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 sebesar 2,97% year-on-year (yoy). Pertumbuhan tersebut kontraksi 2,41% dibandingkan triwulan IV 2019. Pertumbuhan ekonomi pada 3 bulan pertama tahun ini juga lebih rendah dari kuartal I-2019 yang tumbuh 5,07% yoy dan kuartal IV-2019 yang naik 4,97% yoy.

 


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading