RI Targetkan Ekspor Batu Bara 435 Juta Ton di 2020

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
10 June 2020 14:09
A pile of coal is seen at a warehouse of the Trypillian thermal power plant, owned by Ukrainian state-run energy company Centrenergo, in Kiev region, Ukraine November 23, 2017. Picture taken November 23, 2017. REUTERS/Valentyn Ogirenko

Jakarta, CNBC Indonesia - Realisasi produksi batu bara sampai dengan bulan Mei 2020 mencapai 228 juta ton. Sementara realisasi penggunaan batu bara untuk kepentingan domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) mencapai 53,55 juta ton.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, realisasi produksi batu bara ini masih sesuai dengan target. Diproyeksikan sampai akhir tahun 2020, target produksi 550 juta ton bisa terpenuhi.

"Realisasi produksi batubara sampai 31 Mei kemarin masih sesuai dengan target produksi batu bara nasional tahun 2020, di mana mencapai 42% dari rencana yang ditetapkan," ungkapnya dalam keterangan resminya, Rabu, (10/06/2020).


Lebih lanjut ia mengatakan, realisasi ekspor batu bara hingga Mei 2020 mencapai 175,15 juta ton, setara dengan US$ 7,77 miliar. Prognosa volume ekspor tahun 2020 dipatok sebesar 435 juta ton.

Menurutnya kebutuhan dan perdagangan batu bara di pasar internasional pada 2020 diperkirakan mengalami penurunan karena adanya pandemi Covid-19. Saat ini, Indonesia juga sedang melakukan penjajakan untuk melakukan ekspor ke beberapa negara berkembang lainnya.

"Seperti Vietnam, Bangladesh, dan Pakistan. Selain itu, akan melakukan peningkatan efisiensi rantai suplai batubara negara importir batubara serta melakukan direct contract atau direct shipping ke negara-negara importir," ungkapnya.

Meski produksi sesuai dengan target bukan berarti Covid-19 tidak berdampak pada industri batu bara. Kementerain ESDM sebelumnya memproyeksikan harga batu bara Indonesia pada akhir tahun 2020 berada di kisaran US$ 59-61 per ton.

Direktur Penerimaan Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Minieral (ESDM) Johnson Pakpahan mengatakan harga batu bara turun disebabkan oversupply batu bara global. Ia memperkirakan harga batu bara akan kembali menguat setelah pandemi corona (Covid-19) berakhir.

Sepanjang tahun 2019 HBA rata-rata mencapai US$ 77,89 per ton, sementara HBA Januari - April 2020 sebesar US$ 66,42 per ton. "Harga batu bara Indonesia pada akhir tahun 2020 diperkirakan berkisar US$ 59-61 per ton. Akhir tahun 2021 mencapai US$ 66 per ton, dan akhi tahun 2022 sebesar US$ 69 per ton," ungkapnya Jumat, (05/06/2020).

[Gambas:Video CNBC]




(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading