Kontrak Baru Turun, Fitch Pangkas Rating Waskita Jadi Negatif

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
03 June 2020 19:18
WESKITA
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memangkas peringkat surat utang jangka panjang emiten konstruksi BUMN, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dari sebelumnya A-(idn) menjadi BBB+(idn).

Fitch juga memangkas peringkat program utang senior perseroan menjadi BBB(idn) dari sebelumnya A-(idn).

"Penurunan peringkat merefleksikan pelemahan profil finansial WSKT terutama pada leverage yang tinggi dan interest coverage yang lemah sebagai dampak dari pelemahan profitabilitas karena menurunnya pencapaian nilai kontrak baru dan siklus modal kerja yang lebih panjang," tulis Fitch Ratings, dalam keterangannya, dikutip Rabu (3/6/2020).


Fitch menjelaskan, outlook negatif ini merefleksikan likuiditas WSKT dapat terus di bawah tekanan apabila dampak ekonomi dari kebijakan untuk membatasi penyebaran coronavirus diperpanjang.


"Pelemahan ekonomi yang berkepanjangan dapat berakibat ke penundaan tender dan perlambatan pembayaran dari pelanggan karena gangguan ada konstruksinya, terutama karena sebagian besar dari proyek Waskita berbasis turnkey," jelas Fitch Ratings.

Waskita akan menerima sebagian besar sisa pembayaran turnkey di semester-II 2020 dari proyek-proyek seperti LRT Palembang dan jalan tol Cinere Serpong.

Fitch memperkirakan leverage WSKT, diukur dengan net debt/EBITDA, akan di atas 13x dalam jangka menengah, sedangkan interest coverage (EBITDA/Interest Expense Paid) akan tetap di bawah 1x di 2020-2021.

Tak hanya itu, Waskita Karya juga menghadapi melambatnya pertumbuhan order book karena tender akan terbatas selama pandemi.


Fitch mengestimasikan penambahan kontrak baru akan turun 5% menjadi Rp 25 triliun di 2020, dengan asumsi WSKT dapat memenangkan proyek signifikan seperti Jalan Tol Balikpapan-Penajam dan Rel Kereta Api Malolos-Clark. Kedua proyek ini diestimasikan bernilai total Rp 17 triliun. Sedangkan, pada triwulan pertama, perusahaan bersandi WSKT ini mendapatkan kontrak baru senilai Rp 3,1 triliun.

[Gambas:Video CNBC]






(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading