Rupiah Jawara! Benarkah Dibantu Dana Haji Nganggur Rp 8,5 T?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
03 June 2020 12:47
Emisi obligasi syariah (sukuk)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyatakan dana haji yang mencapai US$ 600 juta atau setara dengan Rp 8,5 triliun (asumsi kurs Rp 14.200/US$) tak ada hubungannya dengan pembatalan haji yang diumumkan oleh Kementerian Agama.

Dalam keterangan resmi di situs bpkh.go.id, pengelola dana haji ini menyatakan bahwa dana tersebut kembali dikonversi ke mata uang rupiah dan akan kembali dikelola oleh BPKH. Dana tersebut tersedia dalam rekening BPKH dan nantinya akan kembali dipergunakan sebagai penunjang penyelenggaraan ibadah haji.

Dengan demikian, BPKH menegaskan bahwa tak ada hubungannya dana haji tersebut dengan pembatalan haji tahun ini. Selain itu, BPKH juga memberikan klarifikasi terkait informasi bahwa dana haji sebesar US$ 600 juta untuk digunakan membantu memperkuat rupiah atas dolar AS.

"Pernyataan mengenai apabila haji 2020 ditiadakan, dana US$ 600 juta BPKH dapat dipakai untuk memperkuat rupiah pernah diucapkan di acara internal Halal Bihalal Bank Indonesia pada tanggal 26 Mei 2020," tulis BPKH dalam website resminya, dikutip Rabu (3/6/2020).


"Pernyataan tersebut adalah bagian dari ucapan silaturahmi secara online kepala Badan Pelaksana (BP) BPKH [Anggito Abimanyu] kepada Gubernur dan jajaran Deputi Gubernur BI," tulis BPKH.

BPKH menegaskan, dana sebesar US$ 600 juta tersebut jika tidak dipergunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji akan dikonversi ke dalam mata uang rupiah dan dikelola oleh BPKH.

"Kepala BP-BPKH menyatakan bahwa seluruh dana kelolaan jemaah haji senilai lebih dari Rp 135 triliun per Mei 2020 dalam bentuk rupiah dan valuta asing dikelola secara professional pada instrumen syariah yang aman dan likuid," tegasnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di perdagangan pasar spot hari ini, menembus level Rp 14.200/US$. Pada Rabu (3/6/2020), US$ 1 dibanderol Rp 14.200/US$ di pasar spot. Rupiah menguat 1,25% dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin. Sebelumnya rupiah sempat menguat 1,5% ke Rp 14.165/US$.

Berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada pukul 9:50 WIB:

PeriodeKurs
1 PekanRp14.241
1 BulanRp14.276
2 BulanRp14.383
3 BulanRp14.410
6 BulanRp14.860
9 BulanRp14.860
1 TahunRp15.075
2 TahunRp15.974,6


Berikut kurs jual beli dolar AS di sejumlah bank nasional pada pukul 9:45 WIB:

BankHarga BeliHarga Jual
Bank BNI14.04514.345
Bank BRI14.06514.385
Bank Mandiri14.07514.350
Bank BCA14.22514.265
CIMB Niaga13.95014.550


[Gambas:Video CNBC]






(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading