Internasional

Tunda Lagi KTT-G7, Trump Siap Undang Rusia, India & Korsel

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
01 June 2020 12:59
U.S. First Lady Melania Trump kisses Canada's Prime Minister Justin Trudeau next to U.S. President Donald Trump and Brigitte Macron, wife of French President Emmanuel Macron, during the family photo with invited guests at the G7 summit in Biarritz, France, August 25, 2019. Andrew Parsons/Pool via Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan akan menunda kembali pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara yang tergabung dalam forum G7 yang sedianya akan digelar pada 10 Juni mendatang di Camp David. Rencananya KTT ini akan dihelat pada akhir September 2020.

Penundaan ini berkaitan dengan rencana Trump yang ingin memperluas cakupan negara peserta KTT yakni dengan mengundang Australia, Rusia, Korea Selatan dan India.

Trump mengatakan G7, kelompok negara dengan ekonomi paling maju di dunia, adalah "kelompok negara yang sangat ketinggalan zaman" dalam format saat ini.

"Saya menunda itu karena saya tidak merasa bahwa sebagai G7 itu benar mewakili apa yang terjadi di dunia," kata Trump kepada wartawan di Air Force One, Sabtu (30/5/2020), saat kembali ke Washington dari Cape Canaveral di Florida, dikutip CNBC International, Senin (1/6/2020).



G7 terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya, dan AS. Uni Eropa juga diwakili di G7. Negara-negara tersebut merupakan tujuh ekonomi maju utama seperti yang dilaporkan oleh Dana Moneter Internasional, menurut Credit Suisse negara-negara G7 mewakili lebih dari 64% kekayaan bersih global (US$ 263 triliun) pada 2013.

U.S. First Lady Melania Trump kisses Canada's Prime Minister Justin Trudeau next to U.S. President Donald Trump and Brigitte Macron, wife of French President Emmanuel Macron, during the family photo with invited guests at the G7 summit in Biarritz, France, August 25, 2019. Andrew Parsons/Pool via ReutersFoto: Donald Trump di G7 Summit (Andrew Parsons/Pool via Reuters)
U.S. First Lady Melania Trump kisses Canada's Prime Minister Justin Trudeau next to U.S. President Donald Trump and Brigitte Macron, wife of French President Emmanuel Macron, during the family photo with invited guests at the G7 summit in Biarritz, France, August 25, 2019. Andrew Parsons/Pool via Reuters


Namun sebagian besar negara-negara Eropa tidak memberikan komentar mengenai proposal penundaan Trump tersebut. Juru bicara pemerintah Jerman mengatakan Berlin sedang "menunggu informasi lebih lanjut".

Tidak jelas apakah keinginan Trump mengundang negara-negara tambahan adalah tawaran untuk memperluas G7 secara permanen. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, ia menyarankan Rusia dimasukkan dalam G7 dengan alasan adanya kepentingan strategis global Moskow.

Rusia dikeluarkan dari kelompok G8 pada 2014. Saat itu pendahulu Trump, Barack Obama, Presiden AS saat itu, 'mendepak' Rusia setelah Moskow mencaplok wilayah Crimea dari Ukraina. Rusia masih memegang wilayah itu, dan berbagai pemerintahan negara G7 menolak upaya Trump menambahkan Rusia masuk dalam G7.

Juru bicara Gedung Putih Alyssa Farah mengatakan Trump ingin negara-negara G7 juga membahas China di KTT.

Trump telah mengkritik kebijakan Beijing atas penanganan pandemi coronavirus, yang dimulai di China. Pada Jumat pekan lalu, ia memerintahkan pemerintahannya untuk memulai proses mengakhiri perlakuan khusus AS untuk Hong Kong sebagai pembalasan atas keputusan China untuk memberlakukan undang-undang keamanan baru di wilayah mantan Koloni Inggris itu.

Keputusan untuk menunda KTT G-7 adalah kembali berulang bagi Trump, yang berusaha menjadikan AS sebagai tuan rumah pergelaran G7 di tengah demonstrasi dan kondisi AS yang kembali normal setelah epidemi virus coronavirus, yang telah menewaskan lebih dari 103.000 orang. orang Amerika sampai saat ini.

Trump telah membatalkan pertemuan G-7 secara langsung yang dijadwalkan pada Maret lalu ketika virus itu menyebar, tetapi baru-baru ini berusaha menggelar agenda ini kembali.

Menurut Gedung Putih, Presiden Prancis Emmanuel Macron mendukung gagasan pertemuan langsung KTT G7. Tetapi Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menolak mendukung pertemuan ini dengan alasan terkait kesehatan di tengah pandemi. Pekan ini, Kanselir Jerman Angela Merkel juga menegaskan dia tidak bisa hadir.

Korea Selatan mengetahui undangan Trump dan akan membahas masalah ini dengan AS, kata seorang pejabat pemerintah di Seoul kepada Reuters, Minggu.

Pada Maret lalu, Trump juga membatalkan pertemuan para pemimpin G7 di Camp David. Alasannya adalah demi mencegah penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

Sebagai gantinya, Trump mengarahkan pertemuan untuk digelar melalui video (video-conference). Hal tersebut telah diberitahukan oleh penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow kepada rekan-rekannya di G7.


[Gambas:Video CNBC]




(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading