Harga CPO Drop, Rupanya Ini Sederet Isu yang Jadi Pemicu

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
28 May 2020 13:31
A worker unloads palm oil fruit bunches from a lorry inside a palm oil mill in Bahau, Negeri Sembilan, Malaysia January 30, 2019.  Picture taken January 30, 2019.  REUTERS/Lai Seng Sin
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Derivatif Malaysia (BMD) mengalami penurunan pada perdagangan hari kedua setelah Bursa Malaysia Derivatif libur hari raya lebaran.

Kamis (28/5/2020), harga CPO kontrak untuk pengiriman Agustus 2020 turun 27 ringgit atau terkoreksi 1,18% ke RM 2.257/ton. Pelemahan harga CPO mengekor turunnya harga minyak mentah hari ini. 

Harga minyak mentah terpangkas setelah Asosiasi Industri Minyak (API) AS yang mengumumkan bahwa stok minyak di Negeri Paman Sam untuk periode mingguan mengalami kenaikan.




CPO merupakan salah satu bahan baku dalam pembuatan biodiesel yang merupakan produk substitusi minyak sebagai bahan bakar. Oleh karena itu pergerakan harga minyak mentah juga menjadi sentimen yang menggerakkan harga komoditas unggulan Malaysia dan Indonesia ini.

Jatuhnya harga minyak mentah akibat pandemi corona membuat CPO menjadi kurang kompetitif untuk bahan baku biodiesel sehingga memperburuk prospek permintaan terhadap minyak nabati. 



Memasuki bulan Mei sudah mulai banyak negara yang melonggarkan lockdown dan membuka kembali perekonomiannya. Di Eropa beberapa negara seperti Portugal, Yunani, Spanyol, Italia, Belanda, Swedia dan Islandia bahkan sudah mewacanakan untuk kembali menyambut para pelancong dan memacu sektor pariwisatanya untuk kembali beroperasi.

Pelonggaran lockdown yang dilakukan di banyak negara membuat prospek permintaan minyak mentah membaik. Harga si emas hitam pun terkerek naik. Kenaikan harga minyak mentah juga turut mengerek harga CPO. Harga CPO yang tadinya berada di bawah RM 2.000/ton kini kembali ditransaksikan di atas RM 2.200/ton. 

Menambah sentimen positif untuk harga CPO adalah ekspor Malaysia untuk periode 1-25 Mei kemungkinan akan naik 5%. Hal ini disampaikan oleh Sathia Varqa, salah satu pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura.


[Gambas:Video CNBC]




TIM RISET CNBC INDONESIA

(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading