Rebound! 2 Saham Produsen Mie Grup Salim Diserbu Investor

Market - Houtmand P Saragih, CNBC Indonesia
28 May 2020 11:11
foto : Ist/indofood.com
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham dua emiten Grup Salim di sektor barang konsumsi melesat pada perdagangan Kamis ini (28/5/2020). Kenaikan harga saham hari ini merupakan pembalikan arah alias rebound, setelah sempat tertekan dalam selama 2 hari karena kabar akuisisi Pinehill Company Limited yang diumumkan akhir pekan lalu.

Hingga pukul 10.15 WIB, harga saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) lompat 5,80% ke level harga Rp 5.925/unit. INDF termasuk salah satu saham yang aktif ditransaksikan hari ini, dengan total nilai transaksi Rp 256,59 miliar.

Pada waktu yang sama, harga saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), anak usahanya, naik 1,8% ke level Rp 5.475/unit.


Saham berkode ICBP ini merupakan saham dengan nilai transaksi terbesar pagi ini, dengan nilai Rp 1,25 triliun, mengalahkan nilai transaksi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 538,63 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 533,29 miliar.


Pada Jumat pekan lalu, Indofood CBP Sukses Makmur meneken perjanjian jual beli bersyarat dengan Pinehill Corpora Limited dan Steele Lake. Nilai transaksi yang diteken pada Jumat 22 Mei saat libur Lebaran itu mencapai US$ 2,99 miliar atau sekitar Rp 44,55 triliun.

Objek transaksi adalah pertama, seluruh saham Pinehill Company Limited yang dimiliki oleh Pinehill Corpora, yaitu sebanyak 70.828.180 saham yang merupakan 51% dari total saham yang telah diterbitkan Pinehill Company.

Kedua, seluruh saham Pinehill Company Limited yang dimiliki oleh Steele Lake, yaitu sebanyak 68.050.408 saham atau 49% dari total saham yang telah diterbitkan oleh Pinehill Company.

Adapun Pinehill Corpora masih terafiliasi dengan ICBP karena merupakan konsorsium di mana Anthoni Salim memiliki penyertaan secara tidak langsung sekitar sebesar 49% saham Pinehill Corpora.

Lantas apa yang melatari duit sebanyak itu rela dirogoh Indofood demi Pinehill?

Gideon A. Putro, Corporate Secretary ICBP mengatakan harga pembelian sebesar US$ 2,99 miliar itu ditentukan berdasarkan negosiasi yang wajar (arm's length) antara perseroan dengan para penjual dengan ketentuan komersial yang wajar.

"ICBP akan membayar akuisisi sebesar US$ 300 juta dengan dana kas internal yang dihasilkan dari kegiatan usaha. Sisanya, akan dibiayai dari fasilitas pinjaman dari lembaga perbankan," katanya dalam keterbukaan informasi.

Gideon mengatakan rencana akuisisi saham Pinehill Company yang kegiatan usaha utamanya adalah produksi dan distribusi mi instan di negara-negara di benua Afrika, Timur Tengah dan Eropa Tenggara, adalah sejalan dengan pengembangan dan perluasan kegiatan usaha ICBP.

"Mengingat kegiatan usaha utama Pinehill Company adalah industri mi instan yang merupakan industri sejenis dengan kegiatan usaha kami, maka dengan dilakukannya rencana transaksi ini akan secara langsung memberikan kami posisi strategis di pasar-pasar yang mengutamakan pilihan produk-produk halal, yang selama ini merupakan pilihan kategori produk-produk Grup kami," katanya.

Selain itu, Grup Pinehill Company juga telah mempunyai pangsa pasar yang kuat di 8 negara di benua Afrika, Timur Tengah dan Eropa Tenggara.

"Dengan dilakukannya rencana transaksi ini, akan secara langsung menjadikan kami sebagai pemain dan produsen produk makanan global dengan pangsa pasar yang kuat secara global, khususnya pasar produk mi instan," katanya.

Grup Pinehill Company saat ini juga telah memiliki 12 fasilitas produksi mi instan yang berlokasi di delapan negara dengan total populasi yang lebih dari 550 juta orang, dan juga memiliki jaringan distribusi di 33 negara dengan total populasi lebih dari 885 juta orang.

"Akuisisi Grup Pinehill yang memiliki total kapasitas produksi lebih dari 10 miliar bungkus mi instan dan posisi dominan di hampir semua pasarnya, akan menjadikan kami sebagai salah satu produsen mi instan terkemuka di dunia," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]




(hps/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading