Kejutan Saham Sepekan: Emas Diramal 'Terbang' & Pesta Undian

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
23 May 2020 14:54
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/1/2018). Pasca ambruknya koridor lantai 1 di Tower 2 Gedung BEI kemarin (15/1/2018), hari ini aktifitas perdagangan saham kembali berjalan normal

Di tengah penguatan IHSG selama tiga hari perdagangan kemarin, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi saham dengan kenaikan harga tertinggi, yakni sebesar 14,41% menjadi Rp 1.350 per unit.

Kenaikan harga emiten penambang emas tersebut terjadi setelah Shaun Djie, co-founder Digix memprediksi investor akan memburu emas di tengah kebijakan suku bunga rendah bank sentral sedunia dan program pembelian aset (quantitative easing/QE) di negara maju.

"Outlook saya untuk emas sangat bullish. Harga emas masih punya ruang lebar untuk menguat. Saat ini kita lihat emas di kisaran US$ 1.750/troy ons, tapi memiliki potensi ke US$ 1.800 atau bahkan ke US$ 1.900/troy ons di kuartal selanjutnya," kata Djie sebagaimana dilansir Kitco.


Saham PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) mencatatkan penguatan tertinggi kedua, yakni sebesar 13,7% menjadi Rp 58 per unit, setelah merilis program insentif bagi pemegang saham, berupa undian berhadiah bagi investor publik maupun institusi yang memiliki saham perseroan.

Perseroan menjanjikan hadiah 1 unit rumah, 2 mobil, 5 motor, dan 50 keping emas (masing-masing 5 gram) bagi para publik yang memegang sahamnya minimal selama 30 hari. Listing pada 6 Desember, Repower adalah emiten pengembang properti di Jakarta.

Sebaliknya, koreksi terburuk menimpa PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) yang anjlok 28,97% selama 3 hari perdagangan menjadi Rp 76 per saham. Koreksi terjadi seiring dengan kesulitan likuiditas anak usahanya, PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life).

Perseroan menyatakan harus menunda pembayaran dua produk asuransinya yakni Kresna Link Investa (K-LITA) dan Protecto Investa Kresna (PIK) akibat pandemi Covid-19.

Saham TKIM menjadi saham dengan koreksi terburuk kedua, yakni sebesar -11,62% ke Rp 4.030 per unit, setelah Morgan Stanley Capital International atau MSCI Inc mengeluarkannya dari MSCI Global Standard dan beralih ke MSCI Global Small Cap.

MSCI Inc merupakan salah satu patokan yang digunakan untuk investor asing membeli saham-saham di Indonesia. Perubahan tersebut, yang berpeluang membuat saham TKIM menjadi saham “kelas dua” di mata investor global, akan berlaku efektif pada 29 Mei 2020.

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


(ags/ags)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading