Konsorsium Bakrie Raih Proyek Rp 30 T, Luhut: RI Tetap Seksi!

Market - Linda Hasibuan & Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
18 May 2020 11:35
Luhut Binsar Pandjaitan, (CNBC Indonesia/Tri Susilo) (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Luhut Binsar Pandjaitan, (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia Indonesia tetap menjadi destinasi yang menarik untuk investasi di tengah pandemi Covid-19. Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan proyek investasi metanol senilai US$ 2,5 miliar, antara Grup Bakrie dengan Air Products dari Amerika Serikat (AS).

Konsorsium Grup Bakrie yakni PT Bakrie Capital Indonesia (BCI), PT Ithaca Resources, bersama dengan Air Products menjalin aliansi strategis membangun industri metanol senilai US$ 2 miliar lebih atau setara Rp 30 triliun (asumsi kurs Rp 14.900/US$) di Batuta Industrial Chemical Park, Bengalon, Kutai Timur, Kalimantan Timur.

"Jadi walau sedang Covid-19 begini, tetap Indonesia itu seksi buat orang lain. Tinggal bagaimana kita buat anunya saja. Tadi pagi [Jumat, 15/5] saya sudah bicara juga dengan Washington, sepakat, tinggal cocokkan waktu saja," kata Luhut, dalam wawancara dengan RRI pada Jumat pekan lalu, dikutip CNBC Indonesia, Senin (18/5/2020).


Berdasarkan kontrak jangka panjang, batu bara yang dipasok dari tambang milik PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan Ithaca Resources kemudian diolah oleh fasilitas produksi milik Air Products untuk diproduksikan menjadi metanol dan dipasarkan di Indonesia.

Tak hanya duit senilai Rp 30 triliun itu, mantan Dubes RI untuk Singapura dan Kepala Staf Kepresidenan era pertama Presiden Jokowi ini menegaskan nilai proyek dengan Air Products itu berpotensi meningkat menjadi US$ 7 miliar atau setara 104 triliun dalam 2 tahun ke depan.

"Kan tadi malam [Kamis malam, 14/5] juga baru kita tanda tangani US$ 2,5 miliar metanol antara Bakrie dengan Air Products dari Amerika. Itu nilai proyeknya kira-kira akan meningkat sampai US$ 7 miliar dalam 2 tahun ke depan," kata Luhut.

Luhut mengatakan upaya menarik investasi terus dilakukan termasuk komunikasi dengan Presiden AS Donald Trump yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya AS, RI juga membidik investasi dari Abu Dhabi.

"Jadi bahwa Amerika itu juga sekarang itu ke kita seperti bangun kerja sama antara Abu Dhabi, Amerika, Indonesia dalam bidang investasi. Jadi sekarang kita akan melakukan, tanggal 17 ini video call antara Abu Dhabi dengan Washington dan Jakarta," ujarnya.

"Prinsipnya dari beberapa kali pembicaraan, bukan pembicaraan pertama ini. Sudah lima barangkali, nah sudah mengerucut, saya lapor presiden, setuju. Jokowi dengan Trump janjian. Kalau bisa tiap bulan Trump menawarkan, kalau perlu tiap Minggu malah kita bicara telepon," lanjutnya.

Pekan lalu, produsen batu bara terbesar di Indonesia, Bumi Resources mengumumkan akan menjadi pemasok untuk proyek gasifikasi batu bara senilai US$ 2 miliar di Bengalon.

Gasifikasi batu bara ini akan memproduksi metanol yang nantinya Bakrie Capital Indonesia dan Ithaca Resources akan menjadi off taker (penjamin pembeli).


"Bumi Resources dengan bangga dikaitkan sebagai pemasok untuk proyek gasifikasi ini untuk memulai dan memenuhi bagian dari persyaratan 6 juta ton per tahun (MTPA) batu bara yang diproyeksikan. Ini adalah proyek dengan prioritas nasional tertinggi untuk menggantikan bahan bakar impor yang mahal sebagai bahan baku metanol," kata Sekretaris dan Direktur Bumi Resources Dileep Srivastava, Jumat (15/05/2020).

Dileep mengatakan peran BUMI membuat perusahaan lebih atraktif, meski hanya menjadi pemasok batu bara diproyek ini. Apalagi gasifikasi masih dalam proyek prioritas nasional dan artinya batu bara bisa menggantikan impor bahan bakar.

"Memang belum bisa diketahui seberapa besar keuntungannya ke depan, tetapi menarik bagi kami meski hanya menjadi pemasok batu bara untuk proyek ini. Ini bagus untuk jangka panjang karena batu bara bisa menggantikan bahan bakar impor," kata Dileep.

Dalam kontrak jangka panjang, Bakrie Capital Indonesia dan Ithaca Resources, bagian dari PT AP Resources ini, akan memasok batu bara dan berkomitmen sebagai off taker produksi metanol tersebut untuk dipasarkan di Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]




Artikel Selanjutnya

Luhut Sebut Proyek Konsorsium Bakrie Bisa Tembus Rp 104 T


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading