Jualan Rokok Turun, Laba HM Sampoerna Cuma Naik 1% di Q1

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
13 May 2020 11:56
Doc.Lapkeu HMSP

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten rokok yang dikendalikan Philip Morris, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengalami kenaikan laba bersih sepanjang kuartal I-2020 sebesar 1,09% secara year on year (YoY). Laba bersih perusahaan naik tipis menjadi Rp 3,32 triliun dari Rp 3,28 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, kenaikan laba bersih ini juga mendongkrak naiknya nilai laba per saham perusahaan menjadi Rp 29 dari sebelumnya Rp 28.

Namun bertambahnya laba bersih ini terjadi saat penjualan perusahaan selama 3 bulan pertama tahun ini turun sebesar 0,49% menjadi Rp 23,68 triliun dari sebelumnya Rp 23,80 triliun di akhir Maret 2019.

Penurunan penjualan ini disebabkan karena berkurangnya penjualan lokal untuk produk sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM).


Pada periode tersebut, Sampoerna mencatatkan kenaikan aset menjadi Rp 63,29 triliun dari posisi akhir Desember 2019 yang senilai Rp 50,90 triliun. Aset lancar sebesar Rp 54,17 triliun, naik dari Rp 41,69 triliun dan aset tak lancar senilai Rp 9,12 triliun, turun tipis dari Rp 9,20 triliun di akhir tahun lalu.

Manajemen perusahaan menyebutkan kenaikan aset ini sebesar 24,4% atau Rp 12,4 triliun selama 3 bulan disebabkan karena adanya piutang lainnya senilai Rp 7,3 triliun dan persediaan senilai Rp 6,6 triliun.

Sedangkan di pos liabilitas melonjak hampir 60% atau sebesar 59,18% di akhir Maret lalu menjadi Rp 23,23 triliun dari sebelumnya di Desember 2019 senilai Rp 15,22 triliun.

Kenaikan ini disebabkan karena naiknya liabilitas jangka pendek menjadi Rp 21,80 triliun dari Rp 12,72 triliun karena naiknya utang cukai perusahaan menjadi senilai Rp 13,30 triliun.

Sedangkan liabilitas jangka panjang perusahaan sebesar Rp2,42 triliun, sedikit berkurang dari Rp 2,49 triliun.

Adapun ekuitas perusahaan pada periode Maret 2020 bertambah menjadi Rp 39,06 triliun dari posisi di akhir tahun 2019 yang senilai Rp 35,67 triliun.


[Gambas:Video CNBC]





(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading