IHSG Lagi Loyo, Jadi Peluang Investor Lokal Borong Saham

Market - Hidayat Arif Subakti, CNBC Indonesia
12 May 2020 15:20
Diskusi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa ini (12/5/2020) berakhir di zona merah setelah minus 1,09% di level 4.588. Secara year to date atau tahun berjalan, IHSG sudah terkoreksi 27,16% di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini investor asing keluar atau net sell hingga Rp 1,03 triliun, terdiri dari Rp 1,01 triliun di pasar reguler dan Rp 13,53 miliar di pasar nego dan tunai. Secara tahun berjalan atau year to date, investor net sell Rp 25,11 triliun, sementara di pasar nego dan tunai asing masuk Rp 3 triliun.

Pada perdagangan hari ini, nilai transaksi tercatat mencapai Rp 6,9 triliun. Dari jumlah itu, transaksi beli yang dilakukan investor lokal mencapai Rp 5,1 triliun dan jual Rp 4,1 triliun. Transaksi beli asing Rp 1,8 triliun, dan jual Rp 2,9 triliun. 


Sementara Senin kemarin, IHSG justru berhasil ditutup menguat 0,91% atau 41,67 poin ke level 4.639,1 dan sepanjang perdagangan perdagangan kemarin indeks bergerak dalam kisaran 4.597,64-4.659,86.

Vice President PT Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Alfatih menilai ketidakpastian pasar akibat Covid-19, membuat sejumlah investor kini harus lebih selektif mengenai saham apa yang harus dikoleksi.


Alfatih yang punya latar belakang analisis teknikal ini menjelaskan rencana pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang akan diberikan pemerintah sebetulnya mampu membawa angin segar dan memberikan sentimen yang positif terhadap kondisi pasar, terutama perdagangan awal pekan.

"Pemberian THR ini ibarat bensin bagi sektor retail apalagi kemudian memang banyak yang penurunan pembelian karena PSBB [pembatasan sosial berskala besar] sehingga pergerakan masyarakat yang berkurang, tapi ada bahan atau sektor yang dibutuhkan selama PSBB," ujar Muhammad Alfatih dalam dialog bersama CNBC Indonesia, Selasa (12/05/2020).

Dia menjelaskan, kendati masih terjadi net sell sekitar Rp 20,8 triliun pada akhir pekan sejak awal tahun, pergerakan IHSG masih relatif stabil pada penutupan perdagangan.

Alfatih mengatakan hal ini lantaran sudah banyak investor domestik yang mulai belanja saham karena melihat sejumlah stimulus yang akan diberikan oleh pemerintah dalam waktu dekat.

"Itu menunjukkan bahwa lokal juga cukup tertarik untuk masuk di harga rendah ini, saya rasa ketika asing keluar [net sell] dan indeks kita bertahan tidak terlalu turun berarti lokal yang masuk," ujar Alfatih.

Ia juga menyampaikan di saat harga saham relatif rendah seperti kondisi saat ini, banyak investor lokal mulai tertarik untuk melakukan aksi borong saham.

"Saya perkirakan antara kain karena banyak investor yang selama ini tidak terlalu aktif menjadi lebih aktif melihat penurunan indeks yang cukup dalam dengan asumsi bahwa kondisi krisis seperti ini tidak sering terjadi. Mungkin 5 atau 10 tahun sekali sehingga ini menjadi kesempatan investor lokal," ujarnya.

Dia mengatakan saat ini sudah terjadi rebound (pembalikan arah) di pasar, dari pola indeks yang terjadi.

"Ada pembentukan support [batas bawah indeks] di sekitar 4.450 gitu, jadi range-nya sekarang antara 4.450 dan 5.000 ada kemungkinan masih ada upside [potensi naik] tapi untuk jangka panjang harus dilihat lagi karena semua masih terkait wabah Covid-19, jadi pertumbuhan atau reaksi dari Covid-19 ini yang jadi fokus, jadi saya rasa [indeks] nggak akan cepat cepat naik."

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading