Bukopin Gelar RUPS Tahunan Bulan Depan, Ada Apa Yah?

Market - dob, CNBC Indonesia
12 May 2020 14:40
bukopin
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2020 pada Kamis, 18 Juni 2020 mendatang.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) RUPS Tahunan tersebut berhak dihadiri oleh pemegang saham yang tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atau cum date pada 26 Mei 2020.

Setiap pemegang saham yang mewakili 1/20 lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara, dapat mengusulkan mata acara Rapat secara tertulis kepada Direksi Perseroan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum tanggal Panggilan Rapat atau pada Rabu, 20 Mei 2020.


Pada 2019, Bukopin berhasil meraih laba bersih Rp 217 miliar selama 2019, tumbuh 14% dibandingkan kinerja 2018 yang tercatat Rp 190 miliar.


Realisasi pencapaian laba bersih Perseroan pada tahun 2019 dikontribusikan oleh pendapatan bunga dan syariah sebesar Rp 2 triliun serta dari pendapatan operasional lainnya (fee based income) sebesar Rp784 miliar. Pada pos fee based income, produk trade finance Perseroan tercatat tumbuh signifikan 96% menjadi Rp 235,90 miliar dibandingkan periode 31 Desember 2018 yaitu sebesar Rp 120,22 miliar.

Sementara itu, pada kuartal I-2020, laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp 53,70 milia. Pada periode ini Bukopin mencatatkan pertumbuhan laba operasional sebesar 88% pada triwulan I/2020 menjadi Rp90,5 miliar. Peningkatan laba operasional ini terutama berasal dari peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 19,8% dan pendapatan operasional lainnya sebesar 44,8%.



Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Eko Rachmansyah Gindo mengatakan peningkatan pendapatan operasional lainnya Perseroan tersebut selaras dengan strategi untuk memfokuskan ekspansi pada produk-produk trade finance seperti Flexy Bill, Flexy Pay, Flexy Gas dan Flexy Health.

Selama kuartal I-2020, kredit yang disalurkan Perseroan secara tumbuh sebesar 2,4% (year- to-date) menjadi Rp71,2 triliun dengan posisi Dana Pihak Ketiga sebesar Rp77,89 triliun. Dari sisi kualitas kredit, Perseroan berhasil meningkatkan kualitas aset dengan posisi NPL (net) turun ke 3,40%, membaik dibandingkan 4,45% pada Desember 2019.
(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading