Harga CPO Balik ke RM 2.000, Bagaimana Prospek Pekan Ini?

Market - Tirta Citradi, CNBC Indonesia
11 May 2020 11:37
Pekerja mengangkut hasil panen kelapa Sawit di kebun Cimulang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/3). Badan Pusat Statistik BPS  mengumumkan neraca Perdagangan (Ekspor-impor) Pada bulan Februari, nilai ekspor mencapai US$ 12,53 miliar, atau turun 11,33% dari tahun sebelumnya (YoY). Nilai ekspor minyak sawit sepanjang Januari-Februari 2019 hanya mencapai US$ 2,94 miliar, yang artinya turun 15,06% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Hari ini merupakan hari libur nasional Negeri Jiran memperingati Nuzulul Quran, sehingga tidak ada perdagangan di Bursa Malaysia Derivatif (BMD) tutup. Ada harapan harga minyak sawit mentah (CPO) akan diperdagangkan menguat pekan ini setelah pasar buka kembali.

Harga CPO pada pekan lalu ditutup di RM 2.020/ton. Walau harga CPO untuk kontrak pengiriman Juli sudah kembali ke level psikologis RM 2.000 per ton, tetapi dalam sepekan terakhir harga mengalami koreksi sebesar 3,26%. Harga sempat jatuh tiga hari beruntun sebelum melonjak nyaris 4% pada perdagangan akhir pekan.




Penurunan harga CPO terjadi di tengah kenaikan produksi dan melemahnya permintaan. Konsensus pasar yang dihimpun Reuters memperkirakan stok CPO Malaysia pada April 2020 mencapai 1,91 juta ton. Jika ini tercapai, maka akan menjadi yang tertinggi sejak Desember 2018.

Kenaikan stok dipicu oleh peningkatan produksi yang pada April 2020 diperkirakan 1,61 juta ton yang jika terwujud maka menjadi yang tertinggi dalam enam bulan terakhir. Sementara ekspor diramal sebesar 1,22 juta ton, anjlok 25% dibandingkan April 2019.



Namun untuk pekan ini harga CPO diperkirakan akan mengalami kenaikan. Pemilik dan co-founder Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura Dr Sathia Varqa mengatakan kepada Bernama bahwa para trader saat ini masih menunggu rilis data pasokan dan permintaan yang dijadwalkan oleh Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) pada hari Selasa.

Menurutnya, mereka mencari petunjuk baru, terutama pada tingkat kenaikan produksi dan perubahan stok akhir bulan. Terlepas dari laporan MPOB, trader juga akan melihat perkiraan ekspor untuk 1-10 Mei 2020 yang akan dirilis minggu ini.

"Ekspektasi pasar mendekati kenaikan 20% dalam produksi dan ekspor 1-10 Mei yang lebih baik dapat menyebabkan perdagangan pasar lebih tinggi minggu depan," kata Sathia Varga mengutip Reuters yang dilaporkan pekan lalu.


[Gambas:Video CNBC]





TIM RISET CNBC INDONESIA
Artikel Selanjutnya

Produksi Naik & Ekspor Turun, Harga CPO Kok Malah Naik?


(twg/twg)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading