Tak Lagi Normal, Sektor Keuangan RI Berstatus Waspada

Market - Lidya Julita Sembiring-Kembaren, CNBC Indonesia
11 May 2020 09:53
Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). (Youtube Kemenkeu RI)
Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) mengungkapkan bahwa status stabilitas sistem keuangan pada kuartal I-2020 adalah waspada. 'Naik pangkat' dibandingkan kuartal sebelumnya yang berstatus normal.

"Stabilitas sistem keuangan sampai akhir Maret itu dalam tingkatan waspada. Ini yang menyebabkan kita melakukan beberapa kali rapat dengan kabinet yang menjadi landasan penyusunan Perppu No 1/2020," kata Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan yang juga Ketua KSSK, dalam jumpa pers hari ini, Senin (11/5/2020).


Namun, Sri Mulyani menyebutkan bahwa selepas kuartal I-2020 kondisi terus membaik. Stabilitas di sektor keuangan mulai terlihat. "Namun kami tetap waspada," ujar Sri Mulyani.


Salah satu wujud stabilitas di pasar, lanjut Sri Mulyani, adalah lelang obligasi pemerintah yang tetap diminati pelaku pasar. Dalam lelang 5 Mei lalu, pemerintah menyerap Rp 5,5 triliun dalam lelang pertama dan Rp 2,2 triliun dalam lelang tambahan (greenshoe options) pada 6 Mei.

"BI (Bank Indonesia) juga melakukan private placement, sehingga total ada Rp 11,5 triliun," kata Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, salah satu faktor yang menjadi sentimen positif di pasar adalah adanya Perppu No 1/2020. Regulasi ini memberi kewenangan dan keleluasaan bagi tiap institusi anggota KSSK untuk menangani dampak pandemi virus corona di sektor keuangan nasional.

"Kita sudah melakukan mekanisme sesuai Perppu dan menimbulkan ketenangan di market," kata Sri Mulyani.


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading