Ramadan & Covid-19, Gadai di Pegadaian Tembus Rp 53 T

Market - Hidayat Arif Subakti, CNBC Indonesia
08 May 2020 15:35
Pegadaian (detikFoto/Rachman Haryanto)
Jakarta, CNBC Jakarta - PT Pegadaian (Persero) menyebut tren gadai mulai sepi sejak terjadi pandemi Covid-19 di Tanah Air. Tren gadai yang biasanya mulai meningkat menjelang Ramadan kini hanya tumbuh tipis akibat sepinya aktivitas ekonomi masyarakat.

Meski demikian, jumlah penyaluran pembiayaan (termasuk gadai dan fidusia) sudah mencapai Rp 53,4 triliun ke sebanyak 14 juta rekening. Jumlah kredit yang disalurkan ini sebetulnya sudah mencapai 34% dari target penyaluran pembiayaan tahun ini yang dipatok Rp 159 triliun.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian, Harianto Widodo mengatakan pertumbuhan aktivitas gadai masyarakat memang agak menurun bila dibandingkan Ramadan tahun lalu, bahkan cenderung stagnan bila dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

"Saya katakan stagnan karena seperti saat ini pengusaha yang biasanya yang menjelang Ramadan pinjaman dengan range3 sampai 10 juta rupiah itu banyak untuk menjual makanan maupun pakaian, tapi tidak terjadi pada Ramadan kali ini," kata Harianto di program Squawk Box, CNBC Indonesia, Jumat (08/05/2020).



"[Hal ini] karena para pedagang yang tidak mempunyai ruang yang cukup leluasa untuk berusaha terkait PSBB [pembatasan sosial berskala besar] serta social distancing," kata Harianto.

Sebagai perbandingan total realisasi pembiayaan Pegadaian di tahun 2019 adalah sebesar Rp145,6 triliun dan non pembiayaan sebesar Rp 4,7 triliun.

Operasional Tak Terganggu, Pegadaian Akan Bayar THR Tepat Waktu (CNBC TV )Foto: Operasional Tak Terganggu, Pegadaian Akan Bayar THR Tepat Waktu (CNBC TV )
Operasional Tak Terganggu, Pegadaian Akan Bayar THR Tepat Waktu (CNBC TV )

Dia mengatakan relaksasi yang diberikan perusahaan juga diprediksi akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada tahun ini. Simulasi yang dilakukan, hingga akhir tahun dampaknya bisa berpengaruh terhadap penurunan 20-60% kinerja keuangan tahun ini.

"Tapi harapan kita, meski [ada potensi] penurunan kinerja di keuangan, tapi kami bertekad untuk tetap men-deliver target penyaluran kredit, karena kalau kita lihat target sampai akhir ini target penyaluran yang Rp 53 triliun ini sampai bulan April, kami sudah menyalurkan pinjaman sebesar 53,4 triliun ke 14 juta rekening," jelasnya.

"Sehingga akhir tahun harapan kami target Rp 159 triliun penyaluran kredit ke masyarakat dapat tercapai meskipun keuangannya nanti tidak memenuhi target, karena ada relaksasi pembebasan bunga grace period dan sebagainya," katanya.

Dia menjelaskan di kalangan pengusaha, pertumbuhan penyaluran kredit juga menurun cukup drastis. Sepinya dunia usaha membuat tren gadai di kalangan pengusaha tumbuh sangat tipis.

Namun menurut Harianto, Pegadaian bersama pemerintah akan terus mendorong masyarakat serta dunia usaha dengan memberikan sejumlah relaksasi ke depannya.

Pegadaian, katanya, akan terus memberikan kemudahan terutama bagi para pelaku usaha, sehingga dapat mendorong mereka memutar kembali roda usahanya agar dapat menambah likuiditas usaha dan bisnis para nasabah bisa berjalan kembali seperti semula.

[Gambas:Video CNBC]





(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading