Pandemi Covid-19 Selesai Juli, PDB RI di 2020 Tumbuh 2,0%

Market - Cantika Adinda Putri & Tito Bosnia, CNBC Indonesia
04 May 2020 16:06
Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Senin (5/2/2018). Tahun ini, bank Indonesia memperkirakan ekonomi akan tumbuh lebih baik dibandingkan dari tahun lalu di kisaran 5,1 hingga 5,5 persen seiring membaiknya perekonomian global. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada di kisaran -1,8% hingga 2,0%. Kecepatan pemulihan pandemi Covid-19 jadi penentu laju perekonomian.

"Kita memang masih ada ruang untuk tetap tumbuh misalnya pandemi maksimal berakhir di Juni-Juli, kita bisa tumbuh 2%. Namun, kalau Agustus-September belum selesai juga, pertumbuhan ekonomi kita bisa minus hingga 1,8 persen," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (04/05/2020).

Untu triwulan I-2020, Fithra memperkirakan ekonomi Indonesia masih tumbuh positif. Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan PDB RI triwulan I-2020 pada Selasa (5/5/2020).


Lebih lanjut, Fithra mengatakan, selain pemberian stimulus yang terus dilakukan pemerintah, prinsip-prinsip utama dalam pencegahan utama penyebaran pandemi dinilai menjadi hal yang sangat penting di tengah situasi saat ini.

Dengan mode surviving (bertahan hidup) yang dilakukan oleh banyak sektor, pulihnya roda ekonomi yang lebih cepat diharapkan mampu menahan gerak pertumbuhan PDB di dalam kondisi terburuk.

"Jadi bagaimana sekarang itu memutus mata rantai Covid-19, saya rasa PSBB (pembatasan sosial berskala besar) sekarang sudah cukup baik," kata Fithra.



Dalam paparan di depan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan ada dua skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020. Untuk skenario berat, perekonomian diperkirakan tumbuh 2,3%, sedangkan skenario sangat berat, yaitu -0,4%.

‚Ä®"Proyeksi dilakukan berdasarkan skenario mengingat ketidakpastian yang masih tinggi," ujar Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNBC]




Artikel Selanjutnya

Awas, Indonesia Bisa Masuk Jurang Resesi!


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading