Alfamart Ada Obligasi Jatuh Tempo Rp 1,4 T di Saat Cuan Covid

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
26 April 2020 18:32
Alfamart
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan ritel tengah mendulang cuan di tengah pandemi global Covid-19 dengan semakin tingginya tingkat permintaan dari konsumen yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ini.

Seperti pengelola gerai Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengakui terjadi peningkatan penjualan di gerainya secara nasional sebesar 2%-3%.

Di tengah kenaikan penjualan ini, perusahaan juga memiliki kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), perusahaan memiliki total nilai obligasi yang akan jatuh tempo senilai Rp 1,4 triliun yang terdiri dari dua seri.




Terdiri dari Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015 yang jatuh tempo pada 8 Mei 2020. Memiliki pokok senilai Rp 400 miliar dengan bunga 10% per tahun.

Kemudian Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017 yang jatuh tempo pada 23 Mei 2020. Nilai pokok obligasi ini senilai Rp 1 triliun dengan kupon 8,5% per tahun.

Corporate Affair Director Sumber Alfaria Trijaya Solihin mengatakan perusahaan telah mempersiapkan dana untuk melunasi utang obligasi yang akan jatuh tempo ini. Dana pelunasan ini sepenuhnya akan berasal dari kas internal perusahaan.

"Yang pasti bahwa sumber pembayaran dari kas perusahaan, sudah tidak ada masalah hambatan pembayaran," kata Solihin kepada CNBC Indonesia, Jumat (24/4/2020).

Dia menjelaskan, surat utang yang diterbitkan perusahaan ini hampir seluruhnya digunakan untuk membiayai sewa toko dan pembukaan toko baru.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di akhir 2019 lalu, nilai kas dan setara kas perusahaan mencapai Rp 3,89 triliun. Jumlah ini naik signifikan dari Rp 2,07 triliun di akhir periode 2018.

Sementara itu, jumlah ekuitas akhir tahun lalu mencapai Rp 6,88 triliun, bertambah dari Rp 6,01 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun kinerja saham perusahaan selama satu bulan terahir mengalami kenaikan yang terbilang besar. Dalam kurun waktu satu bulan hingga 24 April 2020 harga saham perusahaan sudah mengalami kenaikan 18,75%.

Sedangkan secara year to date (ytd) hingga periode yang sama, kinerja saham perusahaan yang didirikan oleh Djoko Susanto sejak tahun 1989 ini masih mengalami minus 5,68%.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading