Harga Minyak Rebound! Saham Emiten Migas Malah Nyusruk

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
22 April 2020 09:54
[THUMB] Harga Minyak Drop

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham emiten minyak dan gas (migas) masih betah di teritori negatif pada perdagangan sesi I, Rabu ini (22/4/2020) kendati harga minyak dunia sudah berhasil rebound (balik arah) ke level US$ 11/barel dari sebelumnya minus US$ 37,63/barel, rekor terburuk sepanjang sejarah.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), pagi ini masih melemah 3,43% ke posisi Rp 394/saham setelah ditransaksikan sebanyak 453 kali dengan volume 5 juta saham.

Tak hanya itu, saham emiten perdagangan BBM, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) juga masih terjerembab 3,10% ke posisi Rp 1.720/saham dari posisi pembukaan perdagangan Rp 1.775/saham. Emiten bersandi AKRA ini pada awal perdagangan ditransaksikan sebanyak 421 kali dengan volume 7,16 juta saham.


Sementara itu, PT Elnusa Tbk (ELSA), sahamnya terbenam 4,92% ke posisi Rp 174/saham, meski sempat menguat dan menyentuh level Rp 184/saham.

Saham emiten migas lainnya, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) juga melemah 2,25% ke posisi Rp 87/saham. Hanya saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) dan PT Radiant Utama Interinco Tbk (RUIS) yang menguat masing-masing sebesar 0,76% ke posisi Rp 131/saham dan 5,56% ke posisi Rp 190/saham.

Adapun, emiten produsen dan distributor gas BUMN, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), terkoreksi 1,96% ke posisi Rp 750/saham dari posisi pembukaan perdagangan Rp 765/saham.

Dalam riset PT Valbury Sekuritas, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun lebih dari 100% di level negatif US$37,63/barel pada perdagangan Selasa kemarin disebabkan karena pandemi Covid-19.

"Harga minyak untuk kontak Mei jatuh dalam karena pengiriman banyak dibekukan akibat lockdown [karantina wilayah] sebagai dampak dari pengendalian virus corona," tulis Valbury Sekuritas, Rabu (22/4/2020).

Meskipun demikian, harga minyak dunia sudah berhasil rebound ke posisi US$ 11/barel pada Selasa 21 April 2020.

[Gambas:Video CNBC]





(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading