Kapitalisasi Pasar Rp 100 T

Deretan 10 Besar Market Cap, Gudang Garam Tersingkir

Market - Haryanto, CNBC Indonesia
20 April 2020 11:06
PT. Gudang Garam (CNBC Indonesia/Houtman P Saragih)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham dalam negeri masih mengalami volatilitas yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir akibat sentimen pandemi virus corona (Covid-19). Kondisi ini membuat kinerja saham emiten-emiten big cap alias emiten dengan kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) besar di atas Rp 100 triliun pun terpengaruh.

Sepanjang pekan
kemarin hingga Jumat (17/4/2020), mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan penurunan tipis 0,31% ke level 4.634,82, menjadi yang terburuk di bursa saham kawasan Asia lainnya. Investor asing masih membukukan jual bersih (net sell) Rp 2,55 triliun.

Adapun pada perdagangan akhir pekan
Jumat, IHSG menguat 154,26 poin atau 3,44% ditopang oleh sentimen positif laporan data awal yang menjanjikan terkait dengan potensi pengobatan Covid-19 dari perusahaan farmasi AS Gilead Sciences Inc.

Penguatan IHSG
pada akhir pekan kemarin juga membuat harga saham kelompok saham big cap juga berfluktuasi.


Mengacu data BEI, hingga akhir pekan lalu total kapitalisasi pasar saham-saham big cap mencapai Rp 2.
485 triliun. Sementara hingga Senin ini (20/4/2020) sesi I pukul 10:30 WIB, total kapitalisasi pasar saham big cap naik menjadi Rp 2.577 triliun.

Pada perdagangan Senin ini, IHSG 
dibuka stagnan, seiring berjalan waktu, hingga pukul 09:35 WIB, IHSG menguat 0,49% ke level 4.657,62 karena lonjakan di bursa saham Amerika Serikat (AS).

Berikut jajaran 10 besar emiten dengan market cap terbesar:


No

Emiten

17 April 2020 (Rp T)

No

Emiten

20 April 2020 (Rp T)

1

BCA/BBCA

662

1

BCA/BBCA

668,15

2

Bank Bri/BBRI

346

2

Bank Bri/BBRI

354

3

Telkom/TLKM

320

3

Telkom/TLKM

317,99

4

Unilever/UNVR

262

4

Unilever/UNVR

268

5

Bank Mandiri/BMRI

202

5

Bank Mandiri/BMRI

208,13

6

Sampoerna/HMSP

190

6

Sampoerna/HMSP

190,18

7

Astra/ASII

154

7

Sinarmas/SMMA

157,41

8

Chandra Asri/TPIA

141

8

Astra/ASII

153,83

9

Indofood CBP/ICBP

119

9

Chandra Asri/TPIA

140,88

10

Gudang Garam/GGRM

89

10

Indofood CBP/ICBP

118,95

Sumber: BEI, berdasarkan data harga saham, Senin (20/4/2020)


Berdasarkan data di atas,
urutan pertama sampai enam teratas tidak mengalami perubahan posisi. Kapitalisasi pasar PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik menjadi Rp 668,15 triliun dari Rp 662 triliun, market cap PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga menguat menjadi Rp 354 triliun dari Rp 346 triliun,

Kapitalisasi pasar PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom turun menjadi Rp 317,99 triliun dari sebelumnya Rp 320 triliun, market cap PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik menjadi Rp 268 triliun dari Rp 262 triliun.

Berikutnya market cap PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) juga naik tipis menjadi Rp 190,18 triliun dari Rp 190 triliun.

Namun beberapa posisi tergeser misal PT Astra International Tbk (ASII) dari posisi
7 menjadi posisi 8, tergeser oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) yang sekaligus penghuni baru di '10 big cap' dengan market cap senilai Rp 157,41 triliun, sementara PT Gudang Garam Tbk (GGRM) tersingkir dari zona Top 10.

Market cap
adalah nilai pasar dari sebuah emiten, perkalian antara harga saham dengan jumlah saham beredar di pasar, semakin besar nilai market cap emiten maka pengaruh pergerakannya juga besar terhadap pergerakan IHSG.

Saat ini, sentimen eksternal di pasar global memang cenderung membaik
cenderung membaik setelah rencana Presiden AS Donald Trump yang berencana membuka kembali aktivitas ekonomi AS juga membantu sentimen investor untuk melirik pasar modal.

Sementara harapan akan segera berakhirnya pandemi Covid-19 kembali muncul setelah adanya kabar Gilead Science Inc, raksasa farmasi di AS, memiliki obat yang efektif melawan virus corona, menjadi daya dorong tambahan.

Kendati demikian, fokus pasar masih seputar pandemi virus corona yang terus diawasi secara ketat, dengan lebih dari 2,3 juta terinfeksi secara global dengan korban jiwa sekitar 164.000 orang, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas John Hopkins.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]



 


(har/har)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading