Operator Telko Berani Alokasi Capex Jumbo Saat Ada Covid-19

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
17 April 2020 15:53
Infografis: Konten Internet yang sering dikunjungi
Jakarta, CNBC Indonesia - Badai pandemi Covid-19 tak menyurutkan perusahaan telekomunikasi untuk tetap ekspansi pada tahun ini. Anggaran triliunan rupiah disiapak opertator telekomunikasi untuk menunjang peningkatan kualitas layanan telekomunikasi.

PT XL Axiata Tbk (EXCL) menyatakan tahun ini mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 7,5 triliun yang difokuskan untuk pengembangan infrastruktur, fiberisisasi, dan digitalisasi.

Dengan belanja modal ini, perseroan menargetkan fiberisasi dapat menjangkau 300 kota dari sebelumnya 200 kota, sehingga end site XL Axiata meningkat menjadi 70% dari tahun 2019 di angka 50% dengan porsi 80% dari capex. Sedangkan, alokasi 20% dari belanja modal akan dipakai untuk digitalisasi layanan XL Axiata.


"Saat ini belum ada perubahan ekspansi bisnis," kata Sekretaris Perusahaan XL Axiata, Tri Wahyuningsih, kepada CNBC Indonesia, Jumat (17/4/2020).

Namun demikian, kata Ayu, perseroan akan meninjau kembali rencana bisnis pada triwulan ketiga mengingat pandemi virus Corona memberikan dampak yang cukup signifikan di hampir seluruh sektor bisnis di Tanah Air.

"Rencana hingga Q2 masih berjalan seperti biasa, nanti kita akan review kembali saat memasuki Q3," ungkapnya.


Sementara itu Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin mengatakan, rencana bisnis Telkomsel belum berubah dan masih sesuai rencana dikarenakan proses rencana pembangunan BTS serta belanja modal tahun ini yang sudah dimulai dari akhir tahun lalu. Ini sejalan dengan strategi multi-vendor yang dijalankan dengan kebutuhan kapasitas sampai dengan Lebaran diperkirakan masih sangat mencukupi.

"Kami optimis dan terus memantau perkembangannya serta tetap berkomitmen menjaga prioritas kenyamanan layanan ke seluruh pelanggan Telkomsel," kata Denny kepada CNBC Indonesia.

Denny menambahkan, Telkomsel telah melakukan penetapan target belanja modal perusahaan untuk tahun 2020 yang difokuskan untuk pembangunan BTS serta optimalisasi (quality dan capacity) jaringan sesuai dengan perkembangan kebutuhan pelanggan dan juga pertimbangan kondisi saat ini, termasuk kapabilitas IT untuk terus mendukung bisnis digital Telkomsel. Namun Denny tak menyebutkan berapa besaran belanja modal yang dialokasikan perusahaan.

Sejak pemberlakuan sistem Work from Home (WfH) dan Learning from Home (LfH), Telkomsel juga berusaha untuk tetap adaptif menyesuaikan kebutuhan pelanggan, dengan menghadirkan one stop mobile digital lifestyle yang terintegrasi.

Beberapa waktu lalu, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan sejak masyarakat dan pelaku industri mulai menjalankan himbauan dari Pemerintah untuk beraktifitas dari rumah, lonjakan trafik komunikasi khususnya layanan broadband tertinggi mencapai 16%.

Selain itu, terjadi peningkatan pengguna layanan aplikasi penunjang layanan bekerja/meeting conference secara daring seperti Zoom, Microsoft Teams dan CloudX Telkomsel sebesar lebih dari 443%.

[Gambas:Video CNBC]



Selain itu, sejumlah aplikasi yang mendukung siswa belajar dari rumah, juga mendorong kenaikan trafik data seperti aplikasi Google Classroom yang meningkat hingga 200% dan Ruangguru yang naik 50%.

Dari kenaikan tersebut, DKI Jakarta tercatat meningkat sebesar 6%. Jawa Barat naik sebesar 67%, Jawa Tengah naik 8%. Sementara itu Jawa Timur mengalami kenaikan sebesar 12%.

Demikian pula dengan XL Axiatan yang juga mencatatkan kenaikan trafik data hingga 16% semenjak diberlakukannya kebijakan bekerja dan belajar dari rumah selama masa pandemi Corona.

Sejumlah aplikasi yang menyumbang kenaikan traffic data XL Axiata antara lain adalah layanan video berbayar Netflix yang menyumbang kenaikan 50%, aplikasi gim Mobile Legend, naik 10%. YouTube naik 5% dan aplikasi pesan singkat WhatsApp, naik 10%.


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading