Ekonomi Lambat Akibat Corona, BUMI Tetap Lancar Bayar Utang

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
17 April 2020 13:28
Tambang Kaltim Prima Coal
Jakarta, CNBC Indonesia- Merebaknya pandemi COVID-19 berdampak serius pada perekonomian, dan berbagai sektor industri, termasuk migas. Sektor ini tengah menderita akibat harga komoditas yang merosot tajam dalam sebulan. Salah satu penyebab harga emas hitam turun adalah karena pandemi corona masih berlangsung dan belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

Di tengah situasi sulit ini PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tetap konsisten membayar utangnya. Belum lama ini perusahaan batu bara terbesar di Indonesia telah melunasi pembayaran bunga ke sembilan utang tranche A senilai US$ 7,51 juta atau Rp 120,16 miliar (kurs Rp 16.000).

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava mengatakan dengan pembayaran tersebut makan perseroan telah melunasi utang sebesar US$ 321,32 juta secara tunai. Pembayaran tersebut ditujukan untuk pokok utang Tranceh A senilai US$ 195,8 juta dan bunga sebesar US$ 125,51 juta.


"Pembayaran berikutnya atas Tranche A akan jatuh tempo pada 8 Juli 2020," ujar Dileep dalam siaran resmi belum lama ini.


Selain itu, perseroan telah melakukan kapitalisasi dana kas untuk pembayaran kupon atas utang Tranche B dan C dari tanggal 11 April 2018 sampai 8 April 2020.

Pada awal tahun ini, BUMI juga melakukan pembayaran ke delapan senilai US$ 11,6 juta. Pembayaran ini mewakili pinjaman pokok sebesar US$ 4,6 juta dan bunga sebesar US$ 7,0 juta untuk Tranche A.

Tahun lalu pun BUMI secara konsisten melakukan pembayaran utangnya yang difokuskan untuk tranche A sebanyak empat kali. Tahun lalu Dileep pernah mengatakan total utang yang fokus dibayarkan perseroan senilai Rp 1,7 miliar, dimana fokus pertama tranche A senilai US$ 600 juta. Setelah selesai, barulah tranche B dan C.


Jika pembayaran, tranche A ini akan memperbaiki debt to equity ratio (DER) perusahaan menjadi 1,2x di 2020. Sementara tranche B diperkirakan berlangsung 18 bulan, dan akan dilakukan mulai 2021.


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading